IDAI: Jangan Targetkan Anak Gemuk, Tapi Harus Sehat

Ilustrasi anak tidak mau makan.
Sumber :
  • Ist.

VoxPop Lifestyle – Bayi yang gemuk kerap dianggap lebih menggemaskan dibandingkan anak lainnya. Hal tersebut membuat banyak orangtua berpikir bahwa anak bayi yang lebih gemuk berarti kesehatannya pun lebih baik, yang sebenarnya kondisi tersebut justru membahayakan anak.

img_title 4 Anak yang Diduga Diajak Bigmo Promosikan Vape Hingga Orang Tuanya Diperiksa Polisi

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI, Dr dr Muzal Kadim, SpA(K) dalam Media Briefing virtual bersama Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) mengenai Jajanan Anak dan Kesehatan Pencernaan, menjelaskan bahwa para orangtua harus mengubah pola pikirnya mengenai berat badan anak bayinya. Sebab, anak gemuk justru bisa mengarah pada obesitas yang tidak sesuai dengan tumbuh kembangnya. Scroll selanjutnya ya.

"Jangan targetkan anak gemuk, targetnya sehat. Itu ada standard, selama cukup status gizi. Jadi, tidak terlihat kurus atau gemuk berlebihan," tuturnya, baru-baru ini.

img_title Gegara Ajak Anak Dibawah Umur Promosikan Liquid Vape, Bigmo Kembali Berurusan dengan Polisi

Ilustrasi anak gemuk/obesitas.

Photo :
  • iStockphoto.

Muzal menambahkan, status gizi yang standard mengacu pada keseimbangan porsi makan disertai aktif bergerak. Sayangnya, banyak orangtua justru tidak memberikan porsi seimbang pada anak dan kerap memberi minuman berupa susu yang malah membuat tubuh anak gemuk tapi tidak sehat.

img_title Komdigi Tegur YouTube Imbas Bigmo Promosikan Vape Libatkan Anak di Bawah Umur

"Biasanya karena kurang gerak dan terlalu banyak minum susu. Karena nggak mau makan, suka dikasih susu saja. Susu sehat, selama dikonsumsi tepat, sekitar 400-600 ml per hari pada anak. Pagi 200 ml, siang 200 ml, masih oke. Tapi banyaknya anak karena nggak mau makan, kasih susu, sehingga bisa 2 liter per hari. Gemuk tapi tidak sehat, makanya makanan itu harus seimbang," tuturnya.

Selain kelebihan susu, seringkali anak menjadi kelebihan berat badan karena cenderung mengonsumsi junk food. Pada makanan yang diolah dengan digoreng dalam minyak banyak, Muzal menyoroti kandungan gizi yang tidak seimbang sehingga anak-anak menjadi gemuk namun kesehatannya tidak terjaga.

Makanan junkfood.

Photo :
  • U-Report

"Kandungan seringnya itu hanya lemak atau karbohidrat saja tapi kurang seimbang. Tidak mengandung vitamin dan mineral jadi tidak cukup serat," tuturnya.

Kata Muzal, junk food juga mengandung gula yang tinggi karena berasal dari tepung yang memiliki indeks glikemik tinggi. Tak heran, anak yang gemar konsumsi junk food justru mengalami anemia, sistem imun buruk, hingga kolesterol.

"Makanan junk food itu juga bikin gemuk karena manis berlebihan. Tapi kadang dia anemia akibat kurang darah. Sistem imun juga kurang baik jadi mudah sakit karena kurang zink. Gemuknya juga jadi terjadi kolesterol, perlemakan hati, di samping junk food tertentu ada kandungan berbahaya," ujarnya.

Ilustrasi junk food.

Photo :
  • U-Report

Kandungan berbahaya yang dimaksud Muzal seperti boraks, rhodamin B, logam berat, yang bisa saja memicu keracunan makanan. Bahkan, tak sedikit yang memicu bahaya pada saraf serta rentan terhadap kanker. Untuk itu, Muzal menganjurkan agar anak-anak diberi makanan sehat dan seimbang secara rutin agar mencegah bahaya penyakit yang mengintai.

"Kalau manis-manis saja itu berbahayanya tidak akut tapi gangguan metabolik. Gangguan itu kolesterol tinggi, perlemak hati, diabetes, hipertensi. Itu kelainannya muncul saat dewasa atau orangtua, dianggap proses penuaan. Sekarang makin muda karena konsumsi makan yang tidak baik terutama karbohidrat tinggi. Tapi harusnya bisa dikontrol dari orangtua," katanya.

Konten kreator Bigmo

Usai Viral Libatkan Anak Promosikan Vape, Bigmo Bakal Dipanggil Polda Metro Jaya

Kasus dugaan pelibatan anak dalam promosi produk rokok elektronik (vape) yang menyeret YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo terus bergulir. Polisi bakal memanggil Bigmo.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut