Nani Wijaya Idap Demensia Sebelum Meninggal, Apa Dampaknya pada Lansia?
- YouTube Yati Octavia
Ilustrasi vitamin/obat.
- Freepik/topntp26
Beberapa obat, pada beberapa orang, dapat meniru gejala demensia. Ini termasuk obat tidur, obat anticemas, antidepresan, obat antikejang, obat antiparkinson, obat penenang nonbenzodiazepine, obat penghilang rasa sakit narkotika, statin dan lain-lain. Minta penyedia layanan kesehatan Anda untuk meninjau obat Anda jika Anda memiliki gejala seperti demensia.
Penyebab lain dari gejala mirip demensia termasuk tumor otak dan hematoma subdural (pendarahan otak di antara permukaan otak dan penutup otak Anda).
Faktor risiko demensia meliputi:
Usia
Ini adalah faktor risiko terkuat. Peluang Anda terkena demensia meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar kasus mempengaruhi orang di atas usia 65 tahun.
Riwayat keluarga
Jika Anda memiliki orang tua kandung atau saudara kandung dengan demensia, kemungkinan besar Anda akan mengalami demensia.
Sindrom Down
Jika Anda menderita sindrom Down, Anda berisiko terkena penyakit Alzheimer dini pada usia paruh baya.
Kesehatan jantung yang buruk
Jika Anda memiliki kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, aterosklerosis atau merokok, Anda meningkatkan risiko demensia. Masalah kesehatan ini, serta diabetes, memengaruhi pembuluh darah Anda. Pembuluh darah yang rusak dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah dan stroke.
Cedera otak
Jika Anda mengalami cedera otak yang parah, Anda berisiko lebih tinggi terkena demensia. Otak Anda mengontrol semua fungsi tubuh Anda. Ketika fungsi otak Anda menurun, kesehatan Anda secara keseluruhan pada akhirnya berisiko. Banyak penyakit dan kondisi yang dapat terjadi akibat demensia.
Komplikasi Demensia
Bahaya demensia pada lansia mencakup dehidrasi dan malnutrisi, luka baring (luka tekan), cedera dan patah tulang karena jatuh. Bahkan, lansia dengan demensia berisiko alami serangan jantung, gagal ginjal, pneumonia dan pneumonia aspirasi (partikel makanan terhirup ke dalam paru-paru Anda dan menyebabkan infeksi), dan sepsis (infeksi).
Pencegahan Demensia
Meskipun demensia tidak dapat dicegah, menjalani kehidupan yang berfokus pada kesehatan dapat mengurangi faktor risiko jenis demensia tertentu. Menjaga pembuluh darah bersih dari penumpukan kolesterol, menjaga tekanan darah normal, menjaga kadar gula darah yang sehat, menjaga berat badan yang sehat - pada dasarnya, tetap sesehat mungkin - dapat menjaga otak Anda terisi dengan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik.
