Penderita Diabetes Boleh Konsumsi Hidangan Lebaran Bersantan, Ini Syaratnya

Opor Ayam
Sumber :
  • Pixabay/ Sharonang

VoxPop Lifestyle – Hari Raya Idul Fitri dirayakan dengan penuh keceriaan oleh seluruh umat Muslim seraya menyambut momen kemenangan usai berpuasa satu bulan. Keceriaan itu pun dituangkan dalam deret sajian Lebaran yang sarat akan santan untuk menambah kelezatan makanan, namun mengundang kekhawatiran para diabetisi atau penderita diabetes.

img_title Dokter Ungkap Alasan Banyak Pasien Diabetes Baru Berobat saat Komplikasi Sudah Muncul

Deret makanan khas Lebaran di Indonesia sangat beragam dan berbeda di tiap daerahnya. Namun, satu hal yang menonjol dari makanan tersebut di mana rasa yang lezat berasal dari racikan bumbu rempah Indonesia serta tambahan santan. Meski lezat, santan sendiri kerap dimusuhi bagi para diabetisi. Yuk, scroll untuk info selengkapnya.

Bukan tanpa alasan, sajian mengandung santan tanpa pemanis saja dikonsumsi berisiko menyerap gula darah dalam jumlah tinggi. Santan tanpa pemanis memiliki 2,1 gram gula dalam porsi 1 ons, gula ini naik menjadi 10,4 gram dalam santan ditambah pemanis. Dalam kedua kasus tersebut, hal itu bisa membuat risiko obesitas dan diabetes dengan asupan yang berlebihan.

img_title Stop Makan Nasi Putih Tapi Gula Darah Masih Melonjak? Atasi dengan Mengikuti Saran dr Zaidul Akbar

Ilustrasi diabetes.

Photo :
  • Freepik/jcomp

Lantas, bagaimana cara aman konsumsi santan bagi diabetisi?

img_title Diabetes Tipe 2 Tak Hanya Mengganggu Gula Darah, Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental?

“Penderita diabetes dapat mengonsumsi santan secukupnya sebagai bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang. Namun, penting bagi mereka untuk memerhatikan kadar gula darah mereka dan memerhatikan asupan karbohidrat mereka secara keseluruhan. Seperti makanan lainnya, santan mengandung beberapa karbohidrat, jadi penting untuk memperhitungkannya dalam perencanaan makan Anda," ujar ahli gizi, Pallini Winnifred, RDN, dikutip Style Craze, Sabtu 22 April 2023.

Ia memperingatkan agar lebih berhati-hati dengan produk santan yang ditambahan gula atau pemanis. Pastikan untuk membaca label untuk memeriksa ulang apakah itu tanpa atau dengan pemanis.

Sementara itu, banyak faktor lain yang dapat menyebabkan gula darah tinggi (hiperglikemia), termasuk sakit, stres, dan tidak memberikan insulin yang cukup. Seiring waktu, gula darah tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang yang serius. 

Gejala gula darah tinggi meliputi merasa sangat lelah, merasa haus, mengalami penglihatan kabur, buang air kecil (kencing) lebih sering. Jika Anda sakit, gula darah Anda bisa sulit diatur. Anda mungkin tidak dapat makan atau minum sebanyak biasanya, yang dapat memengaruhi kadar gula darah. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut