TKDN Capai Target, Alat Kesehatan Buatan Indonesia Bahkan Sudah Banyak Diekspor

Ilustrasi dokter/rumah sakit.
Sumber :
  • Freepik

VoxPop Lifestyle – Pemerintah terus mendorong penggunaan produk dalam negeri, termasuk alat kesehatan atau alkes. Pemerintah menargetkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40 persen pada 2020 dan naik menjadi 50 persen pada 2024.

img_title Ekspor Juni 2026 Capai US$25,46 Miliar, BPS Ungkap Komoditas Pendorongnya

Namun dalam industri alat kesehatan, rupanya tidak hanya patuh untuk menggunakan produk lokal saja, produsen dalam negeri juga sudah mampu ekspor ke luar negeri. Yuk, scroll untuk mengetahui info selengkapnya. 

Ketua GAKESLAB Indonesia Prov DKI Jakarta, RD. Kartono Dwidjosewojo, mengatakan, sudah sangat banyak alat-alat kesehatan yang diproduksi di Indonesia. Termasuk barang-barang standar habis pakai. 

img_title Impor RI Meroket 34,27 Persen hingga US$25,9 Miliar di Juni 2026, Ini Biang Keroknya

"Kemarin, tidak disangka kita mendapatkan pandemi COVID-19, dengan itu kami merasa terdesak dan terdorong untuk membuat barang-barang seperti IC Ventilator, high frecuency nasal cannula, yang tadinya barang-barang itu tidak kita mimpikan bisa kita produksi di Indonesia. Dan kita harapkan sekarang ada mesin anestesi. Sampai hari ini, minimal sudah 35 persen produk yang tadi kita impor, sudah kita lakukan produksi di dalam negeri," ujarnya ditemui saat Peresmian Kantor Sekretariat GAKESLAB Indonesia Prov DKI Jakarta, di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, baru-baru ini. 

img_title Pacu TKDN di Industri RI, Panasonic Produksi AC Floor Standing PB5 Series Secara Lokal

Kartono melanjutkan, pemakaian TKDN dalam alkes sudah mencapai target 40 persen, bahkan ada yang sampai 70 persen. Namun, karena alat kesehatan jumlah dan jenisnya sangat banyak, belum semua alkes bisa diproduksi sendiri. Tapi jangan salah, bukan hanya diproduksi dan digunakan di negeri sendiri saja, alkes kita bahkan sudah mulai diekspor ke luar negeri. 

"Alkes seperti piramida, yang high end seperti MRI dan lain-lain tidak akan bisa kita produksi karena quantity-nya tidak mencukupi. Kita yang di bawah ini saja, yang hampir 70 persen dibutuhkan oleh RS dan masyarakat, mulai dari kursi roda, tempat tidur. Bahkan tempat tidur di Indonesia sudah mulai diekspor," ungkapnya. 

Tantangan alkes dalam negeri
Menurut Kartono, tantangan utama dalam memproduksi alkes dalam negeri adalah terkait bahan pokok. Di mana tidak semua bahan baku terdapat di Indonesia. 

"Paling mudah dan paling sederhana, barang-barang untuk pembuatan instrumen bedah itu kan harus dibuat dari stainless steel, nah stainless steel untuk alat medis di sini belum diproduksi," kata dia. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut