TKDN Capai Target, Alat Kesehatan Buatan Indonesia Bahkan Sudah Banyak Diekspor
- Freepik
"Kita harapkan saat ini akan ada Morowali yang akan memproduksi stainless steel. Kami harapkan kalau Morowali itu sudah berfungsi untuk memproduksi bahan baku stainless steel, kita bisa memiliki TKDN lebih tinggi lagi dalam produksi dalam negeri," harapnya.
![]()
Meski stainless steel belum diproduksi di Indonesia, namun Kartono tidak memungkiri bahan baku dari besi sudah tersedia di Indonesia. Sehingga, produk alkes seperti tempat tidur, TKDN-nya sudah mencapai 80 persen, karena diproduksi di Indonesia, bahkan sudah berhasil diekspor.
"Dan jangan lupa bahwa barang-barang yang sangat sederhana saja, seperti stetoskop itu di kita sudah ekspor. Jadi tidak hanya berkiprah di dalam negeri. Jadi sudah begitu banyak perusahaan yang berkiprah tidak hanya di pangsa pasar dalam negeri, tapi juga sudah ekspor," tuturnya.
"Contohnya, Pak Jokowi yang tiga minggu lalu pergi ke Hannover, Jerman, dari Gakeslab juga ada yang ke Jerman, itu sudah mulai mengekspor dengan mitra kerja di Jerman. Dan kita harapkan hal ini bisa didukung oleh sektor pemerintah terus-menerus, agar kita tidak hanya berkembang dalam negeri, tetapi kita juga akan meminta pihak asing untuk berinvestasi di Indonesia untuk produksi di dalam negeri," sambungnya.
Wakil Ketua GAKESLAB Indonesia, Ary Gunawan Murtomo, turut menambahkan hambatan yang dihadapi Indonesia dalam memproduksi alkes sendiri.
"Hambatannya dari segi orangnya. Merubah dari pedagang ke industri ini kan perlu proses, karena konsepnya kalo orang sudah tinggal impor, sekarang harus produksi. Untuk bikin pabrik yang bagus, mungkin sumbang saran pemerintah juga dibutuhkan. Tapi kendala itu sudah teratasi karena sekarang industrinya sudah banyak yang berubah dari pedagang menjadi industri," paparnya.
"Jadi saya yakin, 3-4 tahun lagi ini akan seperti farmasi. Farmasi dulu seperti itu, sekarang sudah lokal semua. Cuma perlu diatur clustering. Jangan seperti kalau di farmasi Amoxicillin, semua produksi sehingga harganya hancur. Jadi perlu diatur clustering, strategi industri," tambah dia.
Ketua Komite Tetap Sosial Kadin Prov DKI Jakarta, Saladin Bonaparta, turut mendukung langkah-langkah yang diambil oleh GAKESLAB.
