Kemenkes Tegaskan Vaksin HPV Tak Sebabkan Kemandulan
- pixabay
"Tentang mandul itu hoax. Logika saja, masa iya pemerintah mau kasih vaksin, kasih obat yang bisa merugikan masyarakatnya. Nanti kalau bikin mandul, siapa yang akan meneruskan generasi berikutnya? Makanya masyarakat agar lebih kritis dalam menilai hoaks seperti ini, jangan malah ikut menyebarkan," jelasnya.
Pemberian vaksinasi HPV ini tidak hanya pada masyarakat Indonesia tetapi juga di negara-negara lainnya. Dokter Prima menyebutkan, sudah ratusan juta vaksin HPV diberikan kepada orang di Amerika Serikat tetapi sejauh ini tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa efek samping dari pemberian vaksin tersebut menyebabkan mereka tidak bisa mempunyai keturunan.
Namun ada efek samping yang mungkin dirasakan setelah mendapatkan vaksin HPV, yakni gejala-gejala seperti vaksin pada umumnya. Misalnya rasa nyeri di bagian tangan karena terkena jarum suntikan. Selebihnya, Dokter Prima meyakinkan tidak ada efek samping yang lebih parah apalagi sampai menyebabkan mandul.
Kemenkes memiliki program memberikan vaksinasi HPV kepada anak perempuan berusia 9-14 tahun secara gratis. Bagi anak-anak berusia di bawah 15 tahun, cukup mendapatkan dua dosis vaksin HPV. Sedangkan perempuan berusia di atas 15 tahun dan sudah menikah atau pernah melakukan hubungan seksual, harus mendapatkan vaksin sebanyak 3 dosis dalam jangka waktu tertentu.
Sebagai upaya pencegahan, Kemenkes juga mengingatkan untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat dan bersih serta berperilaku seks yang aman.
