Ditemukan di Belanda, Gejala Khas Pneumonia Misterius yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
- times of india
JAKARTA – Wabah pneumonia misterius yang banyak menyerang anak-anak di China beberapa waktu belakangan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Bukan tanpa sebab, akibat pneumonia misterius ini, sejumlah rumah sakit yang ada di negara tirai bambu itu disebut-sebut 'kewalahan' menerima banyaknya kasus anak-anak dengan pneumonia misterius ini.
Bahkan dilaporkan media setempat, Global Times, Rumah Sakit Anak Beijing menerima hingga 9.378 paisen setiap harinya dan sudah penuh selama dua bulan terakhir ini. Scroll lebih lanjut ya.
Di sisi lain, pejabat Tiongkok membantah lonjakan penyakit yang mengkhawatirkan ini disebabkan oleh virus baru yang tidak diketahui. Mereka bersikeras bahwa penyakit ini disebabkan oleh penyakit musiman yang biasa beredar saat negara tersebut memasuki musim dingin pertama tanpa pembatasan COVID-19.
Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah secara resmi meminta informasi rinci tentang peningkatan jumlah anak yang sakit, sehingga menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia.
Lantas apa dan bagaimana ciri-ciri dari pneumonia misterius yang menyerang anak-anak di China? Melansir dari laman The Sun, pneumonia adalah peradangan pada paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi
Pasien umumnya akan membaik dalam dua hingga empat minggu. Namun bayi, orang lanjut usia, dan orang dengan penyakit jantung atau paru-paru berisiko terkena penyakit serius dan mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit, menurut NHS.
Di Tiongkok, penyakit ini menyebabkan suhu tinggi dan batuk pada anak-anak, serta beberapa gejala lainnya. Gejala ini biasanya termasuk sesak napas, nyeri dada, nyeri tubuh, kelelahan, kehilangan nafsu makan dan mengi (suara napas yang berbunyi seperti siulan).
Sesak napas
- Times of India
Sementara itu, penyebab pasti pneumonia misterius ini terjadi di Tiongkok masih belum dapat ditentukan. Para ahli mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan lonjakan pneumonia anak yang tidak terdiagnosis yang terjadi di Beijing dan Liaoning di Tiongkok utara.
Namun, mereka yakin penyakit ini bisa disebabkan oleh lebih dari satu penyakit, termasuk yang disebabkan oleh RSV, flu, atau bakteri.
