KALEIDOSKOP 2023: Perjalanan Kasus Cacar Monyet di Indonesia
- AP Photo
Dari 14 pasien itu juga, 12 pasien didiagnosa HIV hingga Sifilis.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu mengungkap saat itu, pihak Kemenkes masih menunggu 9 kasus suspek, 2 kasus probable dan 17 discarded.
30 Oktober 2023
Kementerian Kesehatan kembali melaporkan kasus cacar monyet. Kali ini ditemukan di Bandung Jawa Barat. Hingga 29 Oktober diketahui ada total 21 kasus cacar monyet dilaporkan di Indonesia.
Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia mengatakan jumlah kasus tersebut mengalami penambahan dari laporan per 27 Oktober 2023 mencapai 17 kasus yang seluruhnya berasal dari DKI Jakarta. Nadia mengatakan hasil penelusuran kontak erat terhadap 21 kasus tambahan itu seluruhnya masih dinyatakan negatif.
3 November 2023
Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan mengungkap hingga 2 November 2023, Kemenkes mengkonfirmasi ada total 33 kasus cacar monyet di Indonesia. Dari 33 kasus tersebut, tiga diantaranya dilaprokan sembuh. Sementara ada 14 kasus suspect dan 78 kasus discarded hingga 2 November.
Dari 33 kasus Monkeypox yang ada di Indonesia, kasus paling banyak ditemukan di DKI Jakarta yakni sebanyak 26 kasus, Kabupaten Tangerang 2 kasus, Kota Tangerang 1 kasus, Kota Tangerang Selatan 2 kasus, Kota Bandung 1 kasus dan kota Bekasi 1 kasus.
6 November 2023
Ilustrasi cacar monyet
- Istimewa
Per 6 November 2023, kasus cacar monyet di tanah air kembali bertambah. Tercatat total 35 kasus, terkonfirmasi cacar monyet. 29 kasus diantaranya ditemukan di DKI Jakarta, 1 Banten, 5 di Jawa Barat.
Khusus kasus di DKI Jakarta, Ketua Satgas Mpox PB IDI, dr. Hanny Nilasari, SpDVE mengungkap bahwa dari data 28 kasus yang telah terkonfirmasi, 10 orang dari 28 orang tersebut memiliki komorbid berupa HIV. Sementara, 3 dari 28 orang memiliki komorbid Sifilis.
Sembilan dari 28 orang terkonfirmasi memiliki komorbid HIV, dan Sifilis. 1 dari 28 orang terkonfirmasi HIV, Sifilis, HbsAg positif (hepatitis B) dan hipertensi. 1 dari 28 orang terkonfirmasi HIV dan hipertensi, dan tiga tidak ada komorbid.
Dalam virtual briefing saat itu, Hanny juga mengunngkap bahwa manifestasi komplikasi dari mpox ini juga bisa menyerang otak sehingga sebabkan infeksi di otak.
"Virus ini masih bisa membuat suatu komplikasi serius. Misalnya infeksi ke otak itu ada beberapa laporan. Menyerang pasien dengan HIV tetapi (T sel) CD 4-nya sangat rendah sehingga bisa terjadi manifestasi atau komplikasi ke otak. Terjadi infeksi di otak. Itu harus jadi perhatian, jangan dianggap sepele," ujarnya.
