VoxPopREPLAY 2023

Isu Wolbachia yang Jadi Sorotan di Akhir Tahun 2023

Nyamuk bionik Wolbachia
Sumber :
  • VoxPop

JAKARTA – Nyamuk Wolbachia mendadak jadi sorotan publik beberapa bulan belakangan ini. Nyamuk Wolbachia sendiri merupakan salah satu program Kementerian Kesehatan dalam menekan kasus Demam Berdarah.

img_title Waspada DBD, Tercatat Sebanyak 1.538 Kasus di Jakarta Barat Sepanjang 2026

Secara umum, frekuensi kesakitan demam berdarh tercatat 28,45 per 100 ribu penduduk dan frekuensi kematian 0,73 per 100 ribu penduduk. Kasus tersebut didominasi oleh usia 5-14 tahun.

Namun sayangnya program ini ditentang terutama di Bali. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

img_title Menkes Sebut 112 Juta Warga RI Kekurangan Gizi: MBG Solusi Tepat

Tak hanya itu saja, Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari juga sempat menyoroti inovasi teknologi ini. 

Inovasi teknologi ini juga sempat membuat Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin disomasi oleh 20 organisasi terkait Wolbachia ini. 

img_title Rupiah Melemah, Menkes Sebut Harga Obat Bakal Naik Bertahap

Bagaimana isu Wolbachia ini begitu ramai diperbincangkan terutama jelang akhir tahun 2023? Berikut ini rangkuman perjalanan isu Wolabachia melalui VoxPopREPLAY 2023.

Nyamuk bionik Wolbachia

Photo :
  • VoxPop

November 2023 Kementerian Kesehaatan diketahui mengimplementasikan teknologi nyamuk dengan bakteri wolbachia. Sebelumnya, teknologi ini diketahui telah diimplementasikan di Yogyakarta pada tahun 2016 lalu.
Melaui program ini

Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu mengatakan pada tahun 2016 itu nyamuk Wolbachia disebar diseluruh wilayah Kota Yogyakarta. 

Endang membeberkan saat itu hanya daerah Kotagede yang tidak disebar Nyamuk Wolbachia. Saat itu kawasan Kotagede menjadi pembanding bagi daerah lain yang disebari nyamuk Wolbachia.

Endang menjelaskan penggunaan nyamuk Wolbachia untuk mengatasi penyakit DBD di Kota Yogyakarta ini dianggapnya telah berhasil menurunkan angka kasus DBD. Endang merinci penurunan kasus mencapai angka 77 persen. 

"Nyamuk Wolbachia terbukti menurunkan insidensi DBD 77 persen di Kota Yogyakarta. Menurunkan angka kasus mondok atau rawat inap karena DBD sebesar 86 persen," ucap Endang, Rabu 22 November 2023 di Kantor Walikota Yogyakarta.

Jutaan nyamuk Aedes Aegypti wolbachia dikembangbiakan di Balai Besar Penelitian

Photo :
  • Aditya Bayu C (tvOnenews/Semarang)

Sementara itu, dalam rapat dengar pendapat dengan DPR pada 28 November 2023 lalu.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, wolbachia adalah bakteri alami yang ada di dalam tubuh beberapa serangga seperti lalat buah, kupu-kupu, ngengat.

Wolbachia tidak dapat bertahan hidup di luar sel serangga karena tidak memiliki mekanisme untuk mereplikasi dirinya sendiri tanpa bantuan serangga sebagai inangnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut