Bukan Susu! 1 dari 4 Balita di Jakarta dan Jawa Barat Konsumsi Kental Manis Setiap Hari, Ini Bahayanya

Ilustrasi kental manis.
Sumber :
  • Freepik/azerbaijan_stockers

Jakarta, VoxPop – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN akan menempatkan persoalan kental manis sebagai isu yang penting untuk diperhatikan. Hal itu menyusul masih ditemukannya penggunaan kental manis sebagai minuman susu untuk anak. Bila tidak diatasi, kebiasaan ini dapat membahayakan kesehatan anak.

img_title Usai Viral Libatkan Anak Promosikan Vape, Bigmo Bakal Dipanggil Polda Metro Jaya

“Kita akan adakan kampanye dan sosialisasi terkait dengan bahaya kental manis. Karena kami juga concern pilihan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat terutama yang memiliki baduta dan balita,” kata Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak KemKPK, Irma Ardiana dalam media briefing baru-baru ini. Scroll untuk informasi selengkapnya!

Irma menyebut pihaknya akan mendorong sosialisasi kepada lembaga pemerintah. Salah satunya adalah melalui forum reguler antar lembaga dan kementerian terkait.

img_title 4 Anak yang Diduga Diajak Bigmo Promosikan Vape Hingga Orang Tuanya Diperiksa Polisi

“Jadi kami punya forum-forum dan ini biasanya sangat reguler bersama dengan beberapa kementerian lembaga akan kami sampaikan [di forum],” ucap Irma.

Kental manis.

Photo :
  • Pinterest/Kelli Foster
img_title Gegara Ajak Anak Dibawah Umur Promosikan Liquid Vape, Bigmo Kembali Berurusan dengan Polisi

Sementara Wakil Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah (Makes PPA), Chairunnisa menyebut masyarakat masih banyak yang salah mempersepsikan kental manis. Hal itu tidak terlepas dari paparan informasi kental manis sebagai susu yang sudah berlangsung sejak dulu.

“Masyarakat kita sudah terlalu lama terpapar dengan informasi yang didapatkan dari dulu, mungkin sudah satu abad lebih bahwa kental manis itu adalah susu,” ucap Chairunnisa.

Chairunnisa mengatakan penelitian Makes PPA yang dilakukan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa satu dari empat balita di Jakarta dan Jawa Barat minum kental manis setiap harinya. Hal ini menunjukkan kesadaran yang kurang dari masyarakat.

“Pemberian kental manis di Jakarta dan Jawa Barat masih tinggi,” Ungkap Chairunnisa.

Sebagai informasi, kental manis tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi berlebihan apalagi sebagai pengganti ASI. Alih-alih berguna, susu kental manis justru berbahaya untuk balita maupun orang dewasa.

Susu kental manis mudah disukai karena rasanya yang lebih manis dibanding jenis susu lainnya. Rasa manis ini muncul karena kadar gula berlebihan yang memang terkandung di dalamnya.

Padahal, kental manis jika dikonsumsi secara berlebihan terutama pada balita dapat berdampak buruk pada kesehatan mereka. Beberapa dampak konsumsi susu kental manis antara lain, obesitas.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut