80 Persen Kasus Glaukoma Tak Ada Gejala, Kenali Tanda-tanda Peringatan Ini

Penyakit Glaukoma
Sumber :
  • vstory

Jakarta, VoxPop – Pekan Glaukoma Sedunia (World Glaucoma Week) diperingati setiap minggu ke-2 Maret, dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat maupun stakeholder (pelaku di bidang kesehatan) tentang pentingnya upaya preventif, kuratif hingga rehabilitatif penyakit glaukoma. 

img_title Gak Cuma Wortel, Ini 6 Buah yang Baik untuk Jaga Kesehatan Mata

Glaukoma sendiri merupakan kondisi neuropati optik progresif yang disebabkan oleh adanya peningkatan tekanan di dalam bola mata yang dapat merusak saraf optik dan berdampak pada penurunan fungsi penglihatan, bahkan kebutaan. Scroll untuk informasi selengkapnya, yuk!

Kondisi ini dapat dialami oleh usia berapa pun, namun seiring peningkatan faktor risiko, kondisi ini banyak dialami oleh kalangan usia 40 tahun ke atas. Hal ini menjadikan glaukoma sebagai penyebab kebutaan tertinggi kedua setelah katarak.

img_title Kapan Harus Periksa Mata ke Dokter? Ini 7 Tanda yang Jangan Diabaikan

Nyaris tanpa gejala, glaukoma berpotensi memberikan dampak yang lebih fatal dibanding katarak karena glaukoma tidak dapat direhabilitasi, namun bisa dicegah dampak fatalnya yaitu berupa kebutaan permanen. 

Ilustrasi sakit glaukoma

Photo :
  • Edwin Tan dari Freepik
img_title Mitos atau Fakta? Diabetes Juga Bisa Berdampak Pada Penglihatan

Di negara berkembang, 90 persen kasus glaukoma tidak terdeteksi. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa sekitar 1 miliar orang di dunia tidak memiliki akses terhadap kesehatan mata karena distribusi yang tidak merata.

Konsultan oftalmologi di JEC Eye Hospitals and Clinics, DR. Dr.  Iwan Soebijantoro, SpM(K), menjelaskan, glaukoma merupakan penyakit mata yang sering kali berkembang tanpa gejala di tahap awal, sehingga banyak penderita baru menyadari ketika sudah mengalami gangguan penglihatan yang permanen. 

“Menurut data Kementerian Kesehatan RI tahun 2023, dari 39 juta kasus kebutaan di dunia, sebanyak 3,2 juta disebabkan oleh glaukoma dan prevalensi glaukoma mencapai 0,46 persen, atau sekitar 4 hingga 5 orang per 1.000 penduduk,” jelas Dr Iwan saat memperingati World Glaucoma Week di Jakarta. 

“80 persen kasus glaukoma tidak memiliki gejala, kebanyakan pasien terdiagnosa secara tidak sengaja saat tes kesehatan atau di saat skrining. Namun jika muncul gejala sakit kepala hebat, pandangan tiba-tiba kabur, mual, muntah, dan kesakitan hebat, masyarakat perlu waspada. Pasien yang menderita glaukoma akut, memiliki waktu 2x24 jam untuk segera menurunkan tekanan bola mata, jika terlambat, kelainannya akan menjadi permanen,” sambungnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut