Waspadai Sejak Dini! Ini 10 Tanda-Tanda Prediabetes yang Sering Diabaikan

Ilustrasi diabetes.
Sumber :
  • Pexels/Nataliya Vaitkevich
  1. Kesemutan atau Mati Rasa di Tangan dan Kaki
img_title Penglihatan Buram Belum Tentu Katarak, Bisa Jadi karena Pengaruh Diabetes

Kerusakan saraf ringan yang disebabkan oleh kadar gula tinggi dapat menyebabkan kesemutan atau mati rasa, terutama di ujung tangan dan kaki.

  1. Berat Badan Naik atau Sulit Turun
img_title Tubuh Ternyata Sudah Memberi Sinyal, Ini 7 Tanda Prediabetes yang Sering Tak Disadari

Peningkatan berat badan tanpa alasan jelas atau kesulitan menurunkan berat badan meski sudah diet ketat bisa menjadi petunjuk bahwa metabolisme Anda terganggu akibat prediabetes.

  1. Sering Mengantuk Setelah Makan
img_title Dedi Mulyadi Ajak Orangtua Batasi Penggunaan Gawai pada Anak Demi Kesehatan

Jika Anda merasa sangat mengantuk atau lemas setelah makan, terutama makanan tinggi karbohidrat, ini bisa menunjukkan bahwa tubuh Anda kesulitan mengatur lonjakan gula darah.

Ada beberapa orang yang diketahui berisiko mengalami prediabetes. Beberapa faktor risiko utama yang dapat menyebabkan seseorang berisiko mengalami prediabetest antara lain:

  • Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Usia di atas 40 tahun
  • Gaya hidup sedentari (kurang gerak)
  • Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi
  • Wanita dengan riwayat diabetes gestasional

Bagaimana Cara Mendeteksi Prediabetes?

Tes darah adalah satu-satunya cara untuk memastikan apakah Anda mengalami prediabetes. Jenis tes yang digunakan antara lain:

  • Tes glukosa darah puasa
  • Tes toleransi glukosa oral (OGTT)
  • Tes HbA1c (rata-rata gula darah 3 bulan)

Jika hasil tes menunjukkan nilai: Glukosa darah puasa: 100–125 mg/dL, OGTT: 140–199 mg/dL

dan HbA1c: 5.7–6.4 persen, Maka Anda tergolong dalam kondisi prediabetes.

Kabar baiknya, prediabetes bisa dibalik dengan beberapa langkah sederhana tapi konsisten:

  1. Ubah Pola Makan

Konsumsi makanan tinggi serat, rendah gula, dan rendah karbohidrat olahan. Batasi makanan cepat saji dan minuman manis

  1. Aktivitas Fisik Teratur

Lakukan olahraga setidaknya 150 menit per minggu (jalan kaki, berenang, bersepeda)

  1. Turunkan Berat Badan

Penurunan berat badan 5–10% dari total tubuh sudah cukup signifikan mengurangi risiko diabetes

  1. Tidur Cukup dan Kelola Stres

Tidur 7–8 jam per malam dan hindari stres kronis

  1. Pantau Gula Darah Secara Berkala

Rutin melakukan tes gula darah, terutama jika memiliki faktor risiko

Prediabetes adalah fase peringatan dari tubuh. Mengenali tanda-tanda prediabetes sejak dini dapat membantu Anda mengambil langkah cepat untuk mencegah berkembangnya diabetes tipe 2. Dengan perubahan gaya hidup, pola makan sehat, dan olahraga rutin, Anda dapat mengendalikan bahkan membalikkan kondisi ini. Ingat, semakin cepat Anda bertindak, semakin besar peluang untuk hidup sehat dan terbebas dari komplikasi serius akibat diabetes.

Ilustrasi Nasi Putih

Stop Makan Nasi Putih Tapi Gula Darah Masih Melonjak? Atasi dengan Mengikuti Saran dr Zaidul Akbar

Tidak jarang ditemui kasus di mana seseorang sudah berupaya mengurangi mengonsumsi nasi putih, namun gula darah tidak kunjung turun. Ikuti langkah saran berikut

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut