8 Makanan yang Harus Dihindari Jika Ingin Menurunkan Berat Badan Lebih Cepat
- Pexels/rawpixel.com
Jakarta, VoxPop – Defisit kalori sangat penting jika berbicara mengenai penurunan berat badan. Semua ahli kebugaran dan ahli gizi menyarankan untuk mengikuti aturan defisit kalori untuk menurunkan bobot ekstra.
Defisit kalori diartikan mengonsumsi kalori lebih sedikit daripada yang dibakar tubuh. Namun, kebanyakan orang justru sering menambahkan protein bar dan selai kacang dalam makanan mereka. Padahal, makanan-makanan tersebut tidak benar-benar membantu.
Berikut makanan-makanan yang harus dihindari untuk menurunkan berat badan lebih cepat, dilansir Times of India, Selasa 20 Mei 2025.
Granola
- Pexels
Granola
Granola padat kalori, umumnya mengandung 200-300+ kalori per porsi kecil - tidak terlalu mengenyangkan. Granola yang dijual di toko, seringkali ditambahkan gula dari madu, sirup atau buah-buahan kering, yang dapat meningkatkan gula darah dan berkontribusi pada penyimpanan lemak. Selain itu, beberapa granola bahkan mengandung minyak atau lemak tambahan untuk meningkatkan rasa dan kerenyahan, sehingga lagi-lagi menambah lebih banyak kalori tersembunyi.
Protein bar
Protein bar yang banyak dijual di pasaran, mengandung 200-400 kalori per bar, yang tergolong tinggi untuk camilan - terutama jika Anda sedang defisit kalori. Untuk meningkatkan rasa, protein bar ini seringkali sarat dengan tambahan gula, gula alkohol atau pemanis buatan, yang dapat menyebabkan mengidam, kembung, atau masalah pencernaan.
Sebagian besar protein bar komersial sangat diproses, mengandung pengawet, serat sintesis dan bahan-bahan yang menawarkan sedikit nilai gizi selain protein. Namun, bar tinggi protein dan rendah gula atau lemak, cenderung tidak berkontribusi pada penambahan lemak. Sementara itu, protein bar dengan tambahan banyak gula atau lemak tambahan dapat menyebabkan asupan kalori berlebih.
Selai kacang
Selai kacang termasuk yang dari almond, mengandung sekitar 90-100 kalori per sendok makan. Banyak selai kacang yang dijual di pasaran mengandung tambahan gula, garam, atau minyak terhidrogenasi, yang membuatnya lebih diproses dan tinggi kalori.
Jus buah atau sayur
Jus buah atau sayur sudah tidak memiliki serat dan mengandung gula cair, yang dapat mengakibatkan lonjakan insulin dan mudah lapar.
Yogurt rendah lemak dengan perasa
Yogurt ini telah ditambahkan gula dan tidak ada protein asli. Banyak yogurt berperasa hanya mengandung pengental, perasa dan pengawet, sehingga hanya menjadi makanan penutup saja daripada camilan sehat. ‘Rendah lemak’ dan ‘rasa buah’ mungkin terdengar sehat, tapi jangan salah, yogurt tersebut hanya seperti puding manis dengan beberapa probiotik.
