Mengenal Kopi Endemik dan Bendera Belanda di Biting Manggarai Timur

Biji kopi juria setelah disangrai
Sumber :
  • VoxPop/ Jo Kenaru/ Manggarai Timur-NTT

VoxPop – Kabut tipis membalut teduh tanah Colol Raya saban hari. Hijau daun kopi terbentang dari bukit tersambat sampai ke pekarangan rumah-rumah penduduk. Saking luasnya, kopi di Lembah Colol Raya tak lagi diartikan sebagai kebun tapi hutan kopi, membentang dari Wuas, Tangkul, Welu, Biting dan Colol dengan luas kebun kopi lebih dari 10000 hektar.

img_title Banyak yang Salah, Ini Waktu Terbaik Minum Kopi agar Badan Lebih Segar dan Fokus

Tanah Colol raya merupakan pusaka eminen di Kabupaten Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur. Berada di ketinggian 1300 mdpl, tanah ini dikaruniai kesuburan dan terkenal sebagai salah satu paradiso kopi di Indonesia.

Tanaman kopi yang luasnya sejauh mata memandang itu sekaligus menambal kisah kerusakan hutan pada Gunung Golo Lalong dan Gunung Poco Nembu di masa lalu.

img_title Seloroh Prabowo Mau Jadi Brand Ambassador Kopi: Katanya Bisa Panjang Umur

Dulunya Biting dan Colol serta kampung-kampung tetangga merupakan wilayah Desa Ulu Wae namun desa ini kemudian dimekarkan menjadi tiga desa baru. Tangkul dan Wuas merupakan wilayah Desa Rende Nao. Biting sendiri tetap Desa Ulu Wae, Colol menjadi Desa Colol dan Welu Desa Wenang Mali.  

Desa boleh berubah, namun dalam konteks tatanan kehidupan, warga 4 desa itu sangat harmonis dan tak terpisahkan. Mereka tak menyebut identitas pada KTP tapi sebagai anak tanah Colol raya. Masyarakat Colol raya terikat dalam satu garis budaya. Gendang atau rumah adat diposisikan sebagai pusat peradaban bahkan kopi yang kini berbuah lebat berakar dari budaya lonto leok, musyawarah mufakat.

img_title Prabowo: Satu Wisatawan Asing Minum Secangkir Kopi, Hidupi 10 hingga 15 Rakyat Kita

Varietas kopi yang tumbuh di wilayah Colol raya yakni arabika, robusta, Yellow Caturra, S 795 dan teranyar jenis Linie S varian mutasi arabika dari Jerman serta dua jenis kopi endemik yakni kopi Manggarai dan juria.

Kopi bermula di Kampung Biting

Mungkin sudah akrab di telinga tentang kopi Colol namun tidak banyak yang tahu, ternyata sejarah kopi di Colol raya bermula di kampung Biting. Ada legenda kopi di kampung tersebut. Masyarakat Manggarai raya (Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat) tahu minum kopi sejak program perkebunan mulai digalakkan tahun 1950-an.

Namun jauh sebelum itu, orang Biting sudah akrab dengan kopi karena mereka memiliki kopi endemik sebelum tahun 1930. Dikisahkan oleh tokoh kampung Biting, Benediktus Taluk (80), konon seseorang yang sedang mengembalakan ternak secara tak sengaja menemukan kambing peliharaannya tengah memakan kulit biji-bijian yang berserakan di bawah pohon Uwu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut