Menikmati Lezatnya Gelato di Lereng Bukit Mojokerto
- VoxPop/Nur Faishal (Surabaya)
Agar benar-benar menyerupai Nabana No Sato Illumination di Jepang, lampu-lampu di Terowongan Alas diimpor dari China.
"Jadi sekarang orang Indonesia enggak usah jauh-jauh ke Jepang, di Alas Trawas aja sudah ada," tandasnya.
Alas Gelato Trawas, Mojokerto, Jawa Timur.
- VoxPop/Nur Faishal (Surabaya)
Tak melulu soal pemandangan indah. Alas Gelato juga menyajikan ragam menu menggugah dan kekinian. Harganya juga ramah di kantong. Salah satu signature menu di kafe ini, selain gelato, adalah aneka kopi murni asli Trawas hasil tanam petani setempat. Ada juga minuman tradisional rempah seperti teh, secang dan lainnya. Pengunjung juga bisa memilih menu makanan lezat mulai soto ayam, bakso, aneka varian nasi goreng dan cemilan.
Owner Cafe Alas Trawas, Elvando, mengatakan, usaha ini buka perdana pada Agustus 2020 lalu. Sebelumnya, ia menyediakan track down hill bagi pesepeda. Ternyata, para bikers antusias menjadikan Alas Trawas sebagai jujukan. Pembangunan lafe selanjutnya dikebut secara bertahap.
"Awalnya dulu target kita memfasilitasi orang down hill. Sekarang mulai menengah ke bawah maupun menengah ke atas campur di sini," terang pebisnis muda yang baru memasuki usia 23 tahun tersebut.
Traffic pengunjung terbilang cukup tinggi. Karena konsep marketing mereka menggunakan media sosial. Banyak orang luar daerah penasaran. Terlebih saat weekend.
Kafe ini buka dari jam 07.00-09.00 WIB. Banyak pula pengunjung dari Surabaya dan Malang, bahkan luar provinsi yang singgah ke sana.
Selama pandemi, manajemen sengaja mengurangi kuota tempat duduk guna menjaga protokol kesehatan. Kini ia memiliki 44 pegawai dari warga lokal. Elvando sendiri juga berasal dari daerah tersebut. Ia membangun dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
