Ngopi di Kafe Ini Diklaim Bisa Bikin Cerdas
- VoxPop.co.id/Lucky Aditya
VoxPop.co.id - Kongko sambil minum kopi dan mengobrol ngalor-ngidul berjam-jam dianggap tak produktif di kedai yang satu ini. Ngopi seyogianya sekalian menjadi aktivitas meluaskan cakrawala wawasan dan pengetahuan; tak sekadar menyeruput seduhan bubuk hitam itu.
Kedai kopi yang terobsesi menjadi tempat menongkrong kaum intelektual itu bernama Oase. Didirikan pada Januari 2017 oleh tiga pemuda mantan aktivis organisasi mahasiswa, antara lain Mochammad Fauzan, Hafid Fajri Ramadhan, dan Dwi Nova Arianto.
Letak kafe di pinggiran kota, tepatnya di Jalan Joyoutomo, V Blok F, Nomor 1, Merjosari, Kota Malang, Jawa Timur. Bangunan kafenya tiga lantai dan masing-masing seluas 90 meter persegi.
Kopi dan buku
Visi Oase menjadi tempat kongko kalangan intelektual bukan omong kosong belaka. Kafe itu memang tak sekadar menawarkan kopi-kopi istimewa, melainkan juga menyajikan menu bacaan variatif sekaligus ruang baca dan berdiskusi.
![]()
Bangunan kafe yang terdiri tiga lantai itu ditata sedemikian rupa untuk membikin nyaman dan betah para pengunjung: lantai satu untuk perpustakaan, lantai dua untuk tempat minum kopi sambil bersantai, dan lantai terakhir khusus untuk forum diskusi.
Koleksi bukunya terdiri buku-buku ilmu sosial-humaniora, politik, budaya, agama, sastra, dan bahkan bacaan untuk anak-anak. Sebagian besar buku hasil kolaborasi kafe Oase dengan Gubuk Tulis, komunitas literasi dengan program utama gerakan gemar membaca. Komunitas itu digagas Al Muiz Liddinillah, sang pengelola kafe yang berkawan dengan tiga pendirinya.
Jika berkunjung ke Oase untuk menikmati kopi atau sekadar menongkrong, pengunjung pertama-tama disambut deretan buku yang tersusun rapi di rak-rak kayu begitu masuk lobi. Di sudut lain ruang lobi, di dekat tangga menuju lantai dua, terdapat meja kasir sekaligus dipajangkan di sana sejumlah sampel kopi yang dikemas toples-toples kecil.
Kafe Oase juga memiliki jadwal rutin diskusi mingguan, rata-rata diselenggarakan sejumlah komunitas, di antaranya Gusdurian, Sabda Perubahan, Gubuk Tulis, Gubuk Justice, dan komunitas lain. Tema diskusinya macam-macam, mulai soal isu nasional yang sedang aktual sampai yang spesifik tentang kajian humaniora.
