Murid Tidak Patuh, Hukuman dari Guru Harus Bijak
Tidak ada memanusiakan hubungan
Najelaa Shihab mengatakan bahwa timbulnya tindak kekerasan di sekolah dilatarbelakangi faktor nilai hubungan yang tidak berkualitas. “Saya bilangnya memanusiakan hubungan itu tidak ada, ya, di pendidikan kita. Padahal kita (guru) tidak harus semata-mata fokus mengajar anak pelajaran tertentu, tapi menjalin hubungan dengan anak, membantu dia mengelola emosinya, mengarahkan supaya perilakunya berakhlak,” kata wanita yang akrab disapa Ella kepada VoxPop.
Kekerasan dan pendidikan tidak akan pernah seiring sejalan. Menerapkan pendidikan dengan pola kekerasan, ditegaskan Ella, bukan langkah yang tepat, karena merupakan dua hal yang bertolak belakang.
![]()
“Yakinlah bahwa kekerasan dan pendidikan itu bertolak belakang, kok. Kita menuju tujuan pendidikan yang baik menggunakan cara yang tidak tepat, itu pendidikan macam apa? Tujuan apa yang ingin dicapai? Apakah tujuan membentuk anak menjadi pribadi yang takut, tidak percaya diri di masa depan, dan menjadi pelaku kekerasan juga? Murid-murid itu juga perlu dihormati,” kata Ella.
Jika mau memutus mata rantai kekerasan di sekolah, bukan hanya tugas guru. Tapi seluruh elemen dalam ekosistem sekolah ikut terlibat, termasuk kepala sekolah.
“Pola di sekolah itu harus diubah. Diubah itu bukan hanya dari guru ke siswa. Dari kepala sekolah ke guru juga jangan-jangan melakukan kekerasan tertentu. Kalau kekerasan fisik mungkin tidak, ya. Tapi kalau kekerasan emosional dan sebagainya, itu kan juga membuat guru lebih rentan melakukan kekerasan ke siswa,” kata Ella.
