Jangan Main Gadget Terus Moms, Anak Gemar Menulis Bakal Lebih Sukses Lho

Ilustrasi ibu dan anak/parenting.
Sumber :
  • Freepik/lookstudio

VoxPop Lifestyle – Setahun terakhir telah menunjukkan kepada kita bahwa hampir semua pekerjaan dan komunikasi dapat dilakukan secara digital, melalui tablet dan laptop. Bahkan anak-anak kecil pun menggunakan teknologi untuk belajar, termasuk di masa Pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu.

img_title Usai Viral Libatkan Anak Promosikan Vape, Bigmo Bakal Dipanggil Polda Metro Jaya

Dengan dicabutnya status Pandemi COVID-19 di dunia, anak-anak sudah bisa kembali melakukan pembelajaran dengan tatap muka langsung. Sayangnya, kebiasaan menggunakan gawai sudah terbentuk pada anak yang membuatnya lebih memilih bermain secara virtual, alih-alih membaca buku cerita. Yuk, scroll untuk info selengkapnya.

Hal ini pula yang membuat anak tak terbiasa dengan kebiasaan menulis saat membuat tugas. Di sisi lain, sekolah juga sering kurang fokus pada pembelajaran tulisan tangan, bahkan banyak tempat yang secara bertahap menghapuskan tulisan kursif pada anak-anak yang lebih besar. 

img_title 4 Anak yang Diduga Diajak Bigmo Promosikan Vape Hingga Orang Tuanya Diperiksa Polisi

Jadi, apakah tulisan tangan diperlukan untuk anak-anak, terutama anak kecil? Jawabannya, ya. Pakar mengungkapkan bahwa tulisan tangan masih sangat penting bagi anak-anak usia dini. Lantas, apa alasan kita tidak boleh mengabaikan pena dan kertas pada anak?

img_title Gegara Ajak Anak Dibawah Umur Promosikan Liquid Vape, Bigmo Kembali Berurusan dengan Polisi

Salah satu alasannya adalah anak prasekolah masih mengembangkan keterampilan motorik, terutama keterampilan motorik halus, yaitu kemampuan menggunakan otot-otot kecil di tangan dan pergelangan tangan serta meningkatkan ketangkasan. 

Menggunakan gunting, membangun dengan balok, dan tulisan tangan adalah cara yang bagus untuk mengembangkan keterampilan motorik halus. Mencengkeram pensil memperkuat otot-otot di tangan dan jari sambil membentuk huruf meningkatkan kontrol atas otot-otot kecil dan menciptakan ikatan yang lebih kuat antara otak dan tangan. 

Tentu saja, anak kecil tidak diharapkan memiliki tulisan tangan yang bagus, tetapi sebagian besar anak prasekolah dapat memulai dengan bentuk, garis, dan huruf kalkir sederhana. Seiring waktu, Anda akan melihat anak mulai menyukai kebiasaan memakai tangan dengan memegang pena atau pensil.

Selain itu, menulis dianggap sebagai aktivitas multi-indera. Pada dasarnya, saat anak menulis, area otak yang mengontrol komunikasi antara otak dan tangan juga merupakan area otak yang memproses bahasa. Saat mereka secara visual melacak apa yang mereka tulis, otak bahkan lebih terlibat. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut