Ammar Zoni Kirim Surat ke Prabowo Minta Keringanan Hukuman Kasus Narkoba, Begini Isi Lengkapnya!

Ammar Zoni
Sumber :
  • Tangkapan layar IG/pembasmi.kehaluan.reall

Jakarta, VoxPop – Di tengah proses hukum yang tengah menjerat, Ammar Zoni mengambil langkah tak biasa. Aktor yang tengah menghadapi perkara narkoba itu mengaku telah mengirim surat langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, berharap mendapat keringanan hukuman berupa grasi, amnesti, atau abolisi.

img_title Prabowo Batal Hadiri Acara Zikir dan Doa Bersama di Monas, Ada Tugas Kenegaraan

Langkah tersebut diungkapkan Ammar usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin, 9 Februari 2026. Di hadapan awak media, mantan suami Irish Bella itu bahkan memperlihatkan surat permohonan yang telah ia susun sendiri. Scroll untuk tahu info lengkapnya, yuk!

“Ini juga nih sebenarnya, saya sudah menulis ini. Saya sudah membuat surat permohonan untuk perlindungan,” kata Ammar Zoni.

img_title Survei Ungkap Kepuasan Publik ke Prabowo Turun, Pemerintah Bakal Lakukan Evaluasi

Ia menegaskan bahwa surat tersebut secara spesifik memuat permintaan keringanan hukuman melalui jalur konstitusional.

“Ya, surat permohonan untuk perlindungan dengan permohonan grasi, atau amnesti, atau abolisi,” katanya menyambung.

img_title Qodari soal Survei Kepuasan Publik ke Prabowo Turun: Penting Bagi Pemerintah untuk Koreksi

Mengacu Pernyataan Presiden

Ammar mengungkapkan, dasar pengajuan permohonan itu bukan tanpa alasan. Ia merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyinggung soal penanganan pengguna narkoba, terutama figur publik, yang dinilai lebih tepat diarahkan ke rehabilitasi.

“Karena memang petikan dari Bapak Presiden kan sudah jelas kalau para pengguna, khususnya figur publik, itu kan harus wajib direhabilitasi,” ujar Ammar.

Dengan keyakinan tersebut, Ammar berharap surat yang telah dikirimkan dapat membuka peluang penyelesaian perkara di luar vonis penjara.

“Jadi kami memohon, mudah-mudahan dengan pengiriman permohonan ini bisa diberikan sebuah amnesti untuk rehabilitasi ataupun selesailah semua ini,” ucapnya menambahkan.

Klaim Masih Punya Nilai bagi Negara

Dalam pernyataannya, Ammar juga menyelipkan harapan untuk mendapat kesempatan kedua. Ia menilai dirinya masih dapat memberi kontribusi positif jika diberi ruang untuk memperbaiki diri.

“Biar bagaimanapun saya kan warisan, aset (bangsa),” imbuhnya.

Dakwaan Berat Menanti

Seperti diketahui, dalam perkara ini Ammar Zoni didakwa bersama lima orang lainnya terkait dugaan peredaran narkoba jenis sabu, ganja, dan ekstasi yang disebut terjadi di dalam rumah tahanan.

Jaksa mengungkap, Ammar diduga menerima 100 gram sabu dari seorang buronan berinisial Andre, yang kemudian sebagian narkotika tersebut diedarkan kembali. Atas perbuatannya, Ammar dijerat dengan dakwaan berlapis terkait kepemilikan dan peredaran narkotika.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut