Wisata Religi ke Makam Ulama di Nagari Sumpur Kudus

Makam Syech Ibrahim di Minangkabau
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Andri Mardiansyah

Bergeser tak jauh dari lokasi Makam Syech Ibrahim, sekitar 15 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor, juga dapat menjumpai makam Raja Ibadat yang merupakan salah satu dari Rajo Tiga Selo. Institusinya bernama Rajo Dua Selo. Raja Ibadat di masa dahulu berperan untuk memutuskan hal-hal yang menyangkut dengan persoalan keagamaan. Raja Ibadat berkedudukan di Sumpur Kudus.

img_title BCA Syariah Bongkar 3 Produk Unggulan untuk Umrah dan Wisata Religi

Makam Raja Ibadat berada di tengah pemukiman penduduk, tepatnya di depan halaman Madrasyah Aliyah Negeri, SD Negeri Sumpur Kudus. Makam tersebut memiliki ukuran panjang antar nisan sekitar 2 meter. Makam Raja Ibadat hanya terdiri dari nisan dengan jirat baru dari tegel warna biru muda.

Nisan makam tersebut terbuat dari batu kali dengan bagian kepala sisi utara berupa batu alam tanpa pengerjaan. Sedangkan nisan sisi selatan berbentuk undak pada sisi atasnya dengan hiasan berupa stiliran sulur dan garis vertikal.

img_title Indonesia Jadi Pengirim Jemaah Haji Terbanyak Tahun 2025, Industri Asuransi Perjalanan Religi Cuan

Semasa hidup, Raja Adat bertugas memegang adat dan limbago atau lembaga. Keturunan Raja Adat masih disebut sebagai Urang Istano, yang merupakan keturunan raja-raja di Pagaruyung. Raja Ibadat bertugas memegang hukum titah Allah dan mengerjakan sunah Rasul.

Makam Rajo Ibadat di Minangkabau

img_title Melihat Sejarah Islam dan Arab Saudi di Tayebat Museum, Cuma 1 Jam dari Makkah

Dalam pemerintahan Yamtuan Barandangan Daulat Yang Dipertuan Tuanku Sari Sultan Ahmadsyah, Minangkabau didatangi oleh Kompeni Belanda pada tahun 1663. Kompeni tahu bahwa barang komoditi yang yang menjadi permata dagang di pantai barat bukan berasal dari pesisir, tetapi dari daerah pedalaman.

Oleh sebab itu kompeni berusaha mendekati Raja Pagaruyung tersebut. Belanda mengakui bahwa Sultan Ahmad Syah adalah Maharaja yang wilayah kekuasaannya meliputi Barus, Muko-muko, Batangkampar, dan Batanghari. Sebagai imbalannya, Belanda mendapat hak monopoli dagang dan mendirikan loji atau benteng di pantai barat Sumatera.

Meski jarak tempuh dari Kota Padang cukup jauh, sekitar lima jam perjalanan, namun tak rugi jika Anda sesekali berkunjung ke Nagari Sumpur Kudus ini. Itu karena memiliki keindahan alam panorama, dan sejarah penyebaran agama Islam, dan akan membawa Anda mengenang masa silam. Banyak warga yang bisa menjelaskan tentang sejarah, baik tentang Nagari Sumpur Kudus maupun tentang perkembangan Islam di daerah ini.

Gereja Puhsarang

Rekomendasi Wisata Religi Umat Katolik di Kediri

Kediri dikenal sebagai kota yang sarat sejarah dan spiritualitas. Namun di antara banyak destinasi religiusnya, ada satu kawasan yang selalu memikat para peziarah.

img_title
VoxPop.co.id
27 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut