SOROT 547

Memangkas Parpol Menuju Parlemen

Suasana Sidang Paripurna DPR beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Sebaliknya, jika jumlah partai sedikit, apatisme politik bisa meningkat, akibat warga ada yang merasa saluran ekspresi politiknya tidak terfasilitasi dengan maksimal. Namun di sisi lain, identifikasi ideologi partai atas kelembagaan partai politik akan lebih mudah dilakukan.

img_title Tak Ingin Terulang di Pemilu 2024, KSP Moeldoko Inisiasi Skrining Kesehatan Petugas Pemilu

“Jadi lebih bisa mendorong parpol untuk mempertegas ideologinya dan pada akhirnya bisa memaksimalkan peran kaderisasi dan rekrutmen politik yang demokratis di internal partai,” ujar Titi.

Partai sekarang ini, menurut Refly, cenderung partai pragmatis sehingga peta ideologis partai itu tidak terlihat lagi. Padahal ideologi itu dibutuhkan sebagai platform perjuangan partai.

img_title Andika Perkasa Blak-blakan Dapat Tekanan Politik saat Menjabat KSAD pada Pilpres 2019

Dampak negatifnya bagi masyarakat yaitu, tidak melihat kehadiran partai itu penting. Lantaran mau memilih partai apapun akan sama saja. Sisi positifnya yaitu, tidak terjadi konflik yang tajam di masyarakat menyangkut partai.

Konflik yang tajam di masyarakat sekarang ini yaitu terkait pemilihan presiden (Pilpres). “Makanya saya termasuk orang yang tidak setuju ambang batas presiden karena hanya mengarahkan calon itu kepada dua itu saja,” lanjut Refly. (ren)

img_title Survei Poltracking: Elektabilitas PAN Tembus Ambang Batas Parlemen
Ketua Panitia Mukernas ke-2 PPP, Amri M Ali (tengah) dalam konferensi pers di Kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, Senin, 9 Desember 2024

Gelar Mukernas ke-2, PPP Tak Ingin Terlihat seperti Bangunan dan Tanah Wakaf

Melalui Mukernas ini PPP akan bertransformasi menjadi partai politik Islam yang modern.

img_title
VoxPop.co.id
9 Desember 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut