- ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Sebaliknya, jika jumlah partai sedikit, apatisme politik bisa meningkat, akibat warga ada yang merasa saluran ekspresi politiknya tidak terfasilitasi dengan maksimal. Namun di sisi lain, identifikasi ideologi partai atas kelembagaan partai politik akan lebih mudah dilakukan.
“Jadi lebih bisa mendorong parpol untuk mempertegas ideologinya dan pada akhirnya bisa memaksimalkan peran kaderisasi dan rekrutmen politik yang demokratis di internal partai,” ujar Titi.
Partai sekarang ini, menurut Refly, cenderung partai pragmatis sehingga peta ideologis partai itu tidak terlihat lagi. Padahal ideologi itu dibutuhkan sebagai platform perjuangan partai.
Dampak negatifnya bagi masyarakat yaitu, tidak melihat kehadiran partai itu penting. Lantaran mau memilih partai apapun akan sama saja. Sisi positifnya yaitu, tidak terjadi konflik yang tajam di masyarakat menyangkut partai.
Konflik yang tajam di masyarakat sekarang ini yaitu terkait pemilihan presiden (Pilpres). “Makanya saya termasuk orang yang tidak setuju ambang batas presiden karena hanya mengarahkan calon itu kepada dua itu saja,” lanjut Refly. (ren)
