- Vivanews
"Perlu terobosan-terobosan baru dalam memperbaiki pelaksanaan pilkada. E-rekap menjadi salah satunya," ujar Ujang kepada VoxPopnews, Selasa, 31 Desember 2019.
Terobosan KPU
Pihak penyelenggara pemilu punya evaluasi dari tiga perhelatan pilkada serentak sebelumnya. Dari rentetan catatan negatif, Komisi Pemilihan Umum (KPU) ingin berbuat lebih baik untuk Pilkada 2020.
Komisioner KPU, Ilham Saputra menekankan pihaknya akan berupaya menyempurnakan pelaksanaan teknis pilkada yang relatif sudah membaik. Namun, ia tak menampik tak mudah dengan ukuran pilkada yang diikuti ratusan daerah.
Untuk itu, KPU bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Polri-TNI aktif mensosialisasikan imbauan pemilu jujur dan bersih. Upaya ini sudah gencar dilakukan oleh KPU.
Komisioner KPU, Ilham Saputra
Masyarakat diminta aktif terlibat jika ada pelanggaran yang dilakukan penyelenggara pemilu maka laporkan ke Bawaslu. Lalu, masyarakat juga disarankan bijak dalam menyikapi setiap informasi. Jangan mudah terprovokasi dengan info yang belum bisa dipastikan kebenarannya.
Selain itu, salah satu upaya KPU dengan mematangkan e-rekap untuk Pilkada 2020. KPU menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam urusan ini. "Mungkin awal Januari ini kita akan melakukan simulasi di internal dulu terkait dengan mekanisme yang ditawarkan ITB. Nanti kalau sudah matang kami akan sampaikan," ujar Ilham kepada VoxPopnews, Kamis, 2 Januari 2020.
Dia menekankan, prinsipnya e-rekap ini akan kita selenggarakan pada Pilkada 2020. Namun, mungkin belum bisa seluruh Indonesia. Untuk e-rekap ini, pihaknya nanti terlebih dahulu akan menerima laporan dan masukan dari KPU daerah.
"Karena kami juga melihat kesiapan infrastruktur yang dimiliki kabupaten/kota, dan juga provinsi yang menyelenggarakan pilkada," tutur Ilham.
Titi mengingatkan KPU agar optimal dalam persiapan e-rekap. Jangan tak siap namun dipaksakan yang berujung akan menjadi sumber masalah dan pemicu konflik baru. Apalagi, e-rekap sudah dicoba sejak Pilkada 2015.
Menurutnya, penggunaan Sistem Informasi Perhitungan atau Situng di Pemilu 2019 harus jadi pembelajaran. Situng ini menuai banyak kritik dan KPU tak bisa menjelaskan jawaban persoalan ke publik dengan benar. Karena polemik Situng, KPU pun jadi sasaran empuk protes. Isu spekulasi pun bermunculan.
