SOROT 358

Berlomba Bangun Transportasi Berbasis Rel

Ilustrasi LRT
Sumber :
  • REUTERS/Charles Platiau

“Kita naik mobil ke Bandung sudah butuh waktu lebih dari 3,5 jam. Kereta api juga 3 jam. Kita butuh alternatif yang lebih baik,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebenarnya kereta cepat itu rencananya akan dibangun untuk jalur Jakarta Surabaya. Namun, karena biayanya sangat besar, maka rutenya digeser jadi Jakarta-Bandung. “Kita lihat juga koridor pertumbuhan ekonomi di Jakarta- Surabaya untuk lima tahun ke depan sulit untuk mencapai US$1.000  per kapita. Kan syaratnya itu. Tapi kalau Jakarta Bandung bisa mencapai itu,” ujarnya.

Bambang menambahkan, pemerintah akan terus mengkaji transportasi massal yang sudah dibangun, apakah sesuai target atau sebaliknya. Ia mengakui, transportasi publik di Indonesia buruk dan terus terpuruk. Namun menurut dia, untuk membangun transportasi yang handal butuh waktu yang tidak sebentar. “Di Tokyo itu 50 tahun baru bisa seperti sekarang. Jadi kita perlu waktu juga.”

Darmaningtyas mengapresiasi rencana Pemprov DKI membangun LRT. Pasalnya, moda transportasi massal ini bisa mengangkut orang dari pinggiran seperti wacana sebelumnya dari Bekasi-Cawang, Cibubur-Cawang, dan Cawang-Kuningan. Selain itu juga bisa menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta dan Kelapa Gading.

Namun menurut dia, hal itu tak bisa menyelesaikan masalah transportasi di Jakarta. Alasannya, jumlah penduduk di Ibu Kota terus membengkak sehingga menyebabkan peningkatan jumlah kendaraan pribadi. Menurut dia, transportasi dipengaruhi oleh jumlah penduduk, mobilitas, dan traffic. Makin banyak traffic, makin banyak kekacauan.

Seharusnya yang menjadi prioritas Jokowi adalah membangun infrastruktur di luar Jawa guna menciptakan pemerataan dan keadilan dalam pembangunan. Karena, ketimpangan antara Jawa dan luar Jawa semakin melebar.

Persoalan ketimpangan infrastruktur transportasi antara Jawa dengan luar Jawa itu merupakan prioritas yang perlu dipecahkan segera dalam lima tahun mendatang demi keutuhan NKRI. Sangat tidak adil bila APBN sebesar Rp150 triliun hanya untuk membangun kereta cepat di Jawa dan hanya menghubungkan dua kota. Padahal, infrastruktur transportasi lainnya sudah berlimpah.

img_title Ahok Anggap Jokowi Berperan Benahi Transportasi Jakarta

Sementara di luar Jawa, mayoritas daerah mengalami defisit infrastruktur. Bahkan, jalan penghubung antarkabupaten banyak yang belum diaspal.

Darmaningtyas mengakui, di negara maju, moda transportasi ditopang oleh kereta api, atau berbasis rel. Itu sudah terbukti sangat efektif di banyak negara. Hanya, biaya yang dibutuhkan untuk membangun sangat besar. Tetapi manfaatnya juga sangat besar. “Jadi kalkulasinya dengan biaya yang besar, daya tampungnya juga besar.” (umi)

Mengenal

Pembangunan Mendesak, DKI Alihkan Anggaran untuk MRT

Membebaskan 105 bidang lahan.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut