SOROT 400

Ritual atau Salah Urus?

Pasar Murah di Kediri
Sumber :
  • ANTARA/Prasetia Fauzani

Di saat kebutuhan masyarakat meningkat dibanding hari biasanya, harga-harga justru menggila. Kondisi yang selalu membuat resah masyarakat.

img_title Lima Menteri Sepakat Pangkas Rantai Distribusi Pangan

Seperti juga dirasakan Valentina Buaq (50). Ibu rumah tangga ini mengeluhkan lonjakan harga daging dan bawang. Ditemui di Pasar Permai, Koja, Jakarta Utara, dia mengatakan, harga-harga sudah naik sejak dua pekan sebelum Ramadan.

"Repot jadinya ibu ibu, daging dan bawang paling kerasa naiknya," ujar Valentina kepada VoxPop.co.id.

img_title Mendag: Masalah Pangan Tak Bisa Diselesaikan Satu Menteri

Dia menjelaskan, kenaikan harga paling cepat terjadi sepekan sebelum Ramadan. Kenaikannya bahkan diperkirakan hampir tiap hari.

Meski demikian, dia mengakui kenaikan harga sejumlah barang komoditas itu tidak sampai dua kali lipat. Ibu satu anak itu pun sebenarnya tidak kaget, karena tiap tahun, setiap jelang dan selama Ramadan hingga Lebaran harga selalu naik.

img_title Tekan Lonjakan Harga, Mentan Wacanakan Bangun Toko Tani

Muklis (48), pedagang ayam potong, di Pasar Johar Baru, pun mengakui kenaikan harga dagangannya. "Naik seperti sekarang mah sudah biasa. Tiap tahun sama saja," tuturnya kepada VoxPop.co.id.

Dia menambahkan, daging ayam fillet satu kilogram dihargai Rp60 ribu, dari sebelumnya Rp40 ribu untuk bagian dada. Sementara itu, daging ayam per ekor kini menjadi Rp45 ribu, dari sebelumnya Rp32 ribu.

Ia pun mengaku, banyak pembeli yang tidak terima dengan lonjakan harga itu. Masih banyak pembeli yang menawar, meski dia mengaku tidak menaikkan harga.

"Makanya, kalau harga naik gini, meski masih ada yang beli, tapi porsi belinya enggak sebanyak biasanya," ujarnya.

Muklis menolak, pedagang banyak diuntungkan dengan kenaikan harga itu. Meski diakuinya, keuntungan yang diperolehnya relatif kecil. "Ibu-ibu pikir kami jual mahal dapet untung gede, itu salah. Kan kami belinya juga mahal," katanya.

Dia menjelaskan, terbatasnya pasokan memicu harga tidak terkendali. Sementara itu, permintaan masih cukup besar. Kondisi itu yang membuat harga kebutuhan pokok naik menggila.

Sementara itu, konsumen lain, Supatmi (52), mengaku, selain daging, harga sayuran juga naik. Sejak sepekan sebelum Ramadan, harga sayuran sudah naik Rp500-1.000.

Selanjutnya...Ritual Tahunan

Ritual Tahunan

Secara teoritis, apabila terjadi peningkatan permintaan akan diikuti oleh kenaikan harga. Situasi ini sebenarnya sangat mungkin dikelola dan diantisipasi dengan bijak, apabila suplai dipenuhi oleh otoritas terkait, khususnya pemerintah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut