SOROT 405

20 Tahun (R)evolusi PRD

Kongres PRD ke-8 di Jakarta pada Maret 2015. Foto: Dokumentasi PRD
Sumber :
  • Dokumentasi PRD

VoxPop.co.id – Dominggus Oktavianus memperhatikan papan catur di depannya dengan seksama. Ia menggerakkan bidak caturnya dengan hati-hati, jangan sampai membuat lawan mainnya memanfaatkan kesalahannya. Namun konsentrasi Sekretaris Jenderal Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu langsung pecah ketika voxpop.id datang bertamu. Senyumnya mengembang, dia berdiri meninggalkan papan caturnya.

img_title Peringati 26 Tahun Reformasi, Aktivis 98: Kekejaman Orba Tak Boleh Dilupakan

Pria itu menyilakan tamunya masuk ke dalam rumah yang berada di kawasan Tebet Dalam, Jakarta Selatan, itu. Di rumah yang menghadap jalan sempit ini berkantor Komite Pimpinan Pusat PRD. Di dalam rumah, di sebuah ruangan dengan latar potret besar penyair Wiji Thukul, Dominggus menyilakan voxpop.id duduk, berbincang ringan menjelang waktu berbuka puasa di suatu hari di bulan Ramadan 2016 itu.

Pria kelahiran Atambua, Nusa Tenggara Timur, 39 tahun yang lalu ini, kini menjadi orang kedua di partai yang lahir di masa Orde Baru itu. Ketua Umum PRD saat ini adalah Agus Jabo Priyono, yang masih terhitung sebagai salah satu pendiri PRD bersama Daniel Indrakusuma, Budiman Sudjatmiko, dan lain-lain di tahun 1996. 

img_title Aktivis 98 Soroti Tantangan Geopolitik Dunia yang Makin Penuh Friksi

Bersama Agus Jabo, Dominggus memimpin era baru PRD dengan berasaskan Pancasila, sebuah perubahan yang membuat partai ini ke sekian kalinya digoyang perpecahan. Asas baru ini disepakati PRD dalam Kongres VII di Salatiga, Jawa Tengah, pada 1-3 Maret 2010.

Para aktivis partai itu menyadari bahwa mereka salah strategi selama ini dengan menaruh asas yang tidak digali dari konteks sejarah Indonesia. Semangat kongres itu adalah menggali nilai-nilai tradisi, budaya, dan sejarah progresif dalam masyarakat Indonesia untuk menuntaskan persoalan dan menciptakan alternatif bagi rakyat. Semangat itu menghasilkan keputusan penting untuk mengadopsi ideologi Pancasila. 

img_title Rampai Nusantara: Ramadan Bisa Jadi Momentum Rawat Persatuan Pasca-pemilu

Pancasila yang dimaksud adalah Pancasila yang dikonsepkan dan diperjuangkan Sukarno, Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Menurut Agus Jabo, Pancasila juga bersemangat sosialisme, tetapi bersumber dari nilai-nilai tradisi, budaya, dan sejarah Nusantara, bukan dari pemikiran Barat. Pancasila pun sarat semangat anti-imperialisme.

Berasas Pancasila ini, menurut Agus Jabo, adalah seperti Hugo Chavez di Venezuela yang mengusung Bolivarianisme, sebuah asas yang diadopsi dari pemikiran Simon Bolivar, tokoh pembebas Amerika Latin. “Kita harus menggunakan spirit tokoh bangsa kita untuk melawan imperialisme. Kita jadikan Pancasila sebagai satu jalan untuk melawan imperialisme,” kata Jabo yang tiba di kantornya bertemu voxpop.id tak lama setelah waktu berbuka puasa masuk.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut