SOROT 406

Demam Pokemon Go

Game Pokemon Go.
Sumber :
  • U-Report

Pokemon Go bukanlah proyek pertama Niantic. Beberapa tahun lalu, mereka meluncurkan game Ingress. Cara memainkan Ingress mirip dengan Pokemon Go, hanya saja pemain tidak membutuhkan kamera smartphone.

img_title Dapatkan Pokemon Langka, Laporkan ke Aplikasi Qlue

Yang membuat game ini banyak dimainkan di seluruh dunia adalah karena selain bermain sendiri, trainer juga bisa melakukannya secara berkelompok. Bahkan, makhluk pokemon yang mereka tangkap dapat diadu dengan Pokemon milik trainer lainnya.

Hal ini yang membuat mulai banyak bermunculan komunitas pencinta Pokemon Go. Pendiri komunitas Pokemon Go Jakarta, Rio Rachmansyah mengatakan, latar belakang didirikannya Pokemon Go Jakarta karena ia menganggap permainan ini kurang menarik jika dimainkan sendiri.

img_title Pengakuan Pemain Pokemon Go

“Sejauh ini yang daftar di grup sudah sekitar 300 orang. Aktivitas kami yaitu berburu Pokemon bareng dan sharing tentang Pokemon,” ujarnya kepada VoxPop.co.id, Jumat, 22 Juli 2016.

Untuk memudahkan pengguna iPhone yang ingin bermain Pokemon Go, Rio bahkan rela meminjamkan akun Apple ID miliknya ke anggota komunitas. Dari akun tersebut, pengguna iPhone bisa mengunduh game langsung melalui AppStore.

img_title Jejak Pokemon

Seorang warga memainkan game ponsel Pokemon Go di New York, Amerika Serikat

Seorang warga memainkan game ponsel Pokemon Go di New York, Amerika Serikat. Foto: REUTERS/Mark Kauzlarich

Sejumlah ahli mengatakan, mereka yang menjalani masa kecil di tahun 1990-an pasti tidak lepas dari hiburan serial ini di televisi. Pokemon Go seolah kembali membangkitkan kesenangan di masa kecil para penggunanya.

"Jika nostalgia sudah berperan dan membangkitkan emosi positif, otak kita bisa mengubah pertanyaan, apakah ini membuat saya senang menjadi apakah game ini bagus," kata Dr. Jamie Madigan, penulis buku Getting Gamers: The Psychology of Video Games and Their Impact on People Who Play Them seperti dikutip dari Time.

Hadirnya Pokemon Go dianggap beberapa orang bisa menjadi penentu tren permainan yang akan hadir di masa mendatang. Penggabungan antara dunia maya dan nyata yang dilakukan Niantic disebut-sebut mampu memberikan hiburan baru bagi para pencinta game.

Research Profesor in Spatial Information System, Fahmi Amhar menjelaskan, pengembang game lokal bisa memanfaatkan teknik Pokemon Go untuk membuat permainan yang tak kalah menarik. “Kita bisa kembangkan permainan ini. Contohnya menangkap hantu di tempat-tempat wisata bersejarah. Itu pasti menarik,” ujarnya kepada VoxPop.co.id, Jumat, 22 Juli 2016.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut