- Reuters/Mike Blake
Akan tetapi, Tontowi/Liliyana berhasil membuat kejutan dengan hanya membutuhkan dua game untuk mengalahkan sang juara bertahan. Mereka menyingkirkan Zhang/Zhao lewat skor 21-16 dan 21-15.
Pada babak final, Tontowi/Liliyana kembali berjumpa kembali dengan Chan/Goh. Wakil dari Malaysia tersebut nyatanya masih belum bisa menaklukkan Tontowi/Liliyana pada Olimpiade kali ini. Pasangan negeri jiran pun mereka kalahkan 14-21 dan 12-21.
“Pressure di olimpiade memang luar biasa. Walaupun sudah berpengalaman main di olimpiade, pasti ada beban, tekanan tinggi. Apalagi kami tinggal sendiri, dan hari ini adalah hari Kemerdekaan Indonesia, maunya kami memberikan yang terbaik. Pokoknya perasaannya campur aduk lah,” cerita Liliyana jelang lakoni final.
Tontowi/Liliyana akhirnya meraih medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Rio, ini menjadi kado di Hari Ulang Tahun ke-71 Indonesia. Yang tidak kalah penting, kemenangan ini meneruskan kembali tradisi emas Olimpiade sejak 1992 setelah sempat terputus pada Olimpiade London 2012.
"Bangsa Indonesia bangga terhadap prestasi Tontowi/Liliyana yang berhasil mengembalikan tradisi emas di cabang bulutangkis ini," kata Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir.
"Banyak sejarah terjadi di setiap perhelatan Olimpiade. Dan bukan hal yang tidak mungkin bagi Indonesia untuk menorehkan sejarah baru ke depannya. Kita harus terus menjadi bangsa yang optimistis," tutur Erick.
Capaian ini berdampak cukup besar, bonus uang dan lain-lainnya datang kepada pasangan ini. Pemerintah pun menyiapkan arak-arakan untuk Tontowi/Liliyana usai kembali ke Tanah Air. Begitu juga di daerah kelahiran mereka.
Kesempurnaan Marquez di MotoGP 2016
Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez. (Kyodo/via REUTERS)
Selain emas bulutangkis Indonesia di Olimpiade Rio, sederet peristiwa olahraga dunia sepanjang 2016, juga menarik dicermati. MotoGP 2016 adalah satu di antaranya.
Balapan MotoGP 2016, menjadi salah satu musim yang paling sengit dalam mencari sang juara dunia. Marc Marquez (2), Valentino Rossi (2), dan Jorge Lorenzo (3) masih mendominasi kemenangan dalam tujuh seri awal.
Namun, usai GP Catalunya, persaingan makin ketat antarpembalap, karena kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah. Sejarah pun tercipta setelah Andrea Dovizioso menjadi pemenang di GP Malaysia, 30 Oktober 2016.
