SOROT 428

Emas Bulutangkis dan Kejutan Rosberg

Pebulutangkis Indonesia, Liliyana Natsir (tengah) dan Tontowi Ahmad (kanan) merayakan kemenangannya di Olimpiade 2016, Rio de Janeiro.
Sumber :
  • Reuters/Mike Blake

Usai Rosberg pensiun, sebuah pekerjaan rumah pun harus dikerjakan oleh Mercedes jelang balapan musim 2017. Tim yang menjuarai gelar juara dunia konstruktor dalam tiga musim terakhir itu, harus mencari tandem Hamilton di musim mendatang.

img_title Formula Baru Ditetapkan, Menaker Minta Gubernur Umumkan Upah Minimum 2026 Sebelum 24 Desember 2025

Banyak pembalap top yang dirumorkan bakal menggantikan peran Rosberg, antara lain Sebastian Vettel dan Fernando Alonso. Namun bos Mercedes, Toto Wolff, menyatakan enggan memakai para pembalap ternama.

Dia lebih ingin memaksimalkan para pembalap junior Mercedes, seperti Pascal Wehrlein. Mantan pembalap Manor Racing itu berada di posisi terdepan, bersama  Valtteri Bottas guna menggantikan Rosberg.

img_title Red Bull Umumkan Tanggal Peluncuran Mobil F1 2026 Bersama Ford, Siap Masuki Era Mesin Sendiri

Rosberg menilai bila merekrut Wehrlein cukup berisiko bagi Mercedes. Namun, untuk keberlangsungan tim di masa mendatang, Bottas menjadi pilihan yang baik.

"Wehrlein adalah harapan untuk Jerman, tetapi untuk masa depan tim (Valtteri) Bottas lebih dari itu. Menggandeng Pascal akan menjadi sedikit lebih berisiko, tapi mungkin dia akan lebih sukses," kata Rosberg, dilansir Grandprix.

img_title Kemenangan Max Verstappen di F1 Jepang Menjadi Sejarah Baru Buat Honda

Sementara itu, Hamilton menyerahkan rekan setimnya di musim depan kepada Mercedes. Meski begitu, pembalap asal Inggris ini ingin dilibatkan dalam diskusi bersama pabrikan asal Jerman tersebut agar membangun sebuah tim yang kuat dan solid.

Namun, jangan lupakan juga momen kehadiran Rio Haryanto di pergelaran F1 2016. Pembalap berusia 23 tahun tersebut cukup membuat bangga karena menjadi satu-satunya pembalap asal Indonesia, yang pernah mencicipi adu balap jet darat ini.

Sayangnya, hasil yang didapat oleh Rio tidak begitu mengesankan dengan menempati dasar klasemen pembalap tanpa meraih poin sama sekali dari 12 seri. Bahkan, tiga balapan di antaranya gagal diselesaikan oleh Rio.

Belum lagi permasalahan dana yang membuatnya, hanya mengikuti balapan setengah musim. Tim Manor Racing memutus kontrak Rio pada 10 Agustus 2016, karena belum bisa memenuhi sisa pembayaran sebesar 7 juta euro.

Posisinya pun digantikan oleh pembalap cadangan asal Renault, Esteban Ocon. Kini, Rio dikabarkan tengah mencari tim guna bisa kembali turun ke balapan F1. Namun, bila gagal, ajang IndyCar bisa menjadi opsi baginya.

"Fokus kami adalah mempertahankan Rio untuk tetap berada di F1. Saya tetap optimistis dia tetap bisa bertahan di F1. Tapi, andai tidak bisa, mungkin ia bisa tampil di IndyCar atau Sports Car. Yang jelas ia tidak mungkin kembali lagi ke GP2, karena dalam regulasinya tidak membolehkan itu," ujar manajer Rio, Piers Hunisett.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut