- ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Karena itu, Sepriadji pun menduga jika Saracen terungkap ke publik sebagai dampak dari gesekan politik. "Dia (Saracen) ini salah satu refleksi dari polarisasi politik. Kita lihatnya seperti itu," ujarnya.
Dalam kacamata Mafindo juga, ditengarai Saracen memang tak memiliki ideologi yang kuat. Kelompok yang dibentuk pada tahun 2016 itu sepertinya hanya sedang berusaha memetik uang dari sengkarut yang ada di Indonesia.
"Ini berbahaya sekali, membuka kesempatan bisnis transaksional antara pelaku-pelaku, elit-elit politik di indonesia, memperkeruh suasana," ujar Sepriadji.
Menebar kebencian kini sudah menjadi ladang bisnis tersendiri bagi para penjahat internet (REUTERS/Kham)
Apa pun itu, kini Saracen seperti membuka tabir awal ke publik, bahwa kebencian itu telah menjadi bisnis para penjahat internet. Dengan tangan mereka perseteruan dan pertikaian bisa lahir dalam sekejap.
Pengungkapan kelompok Saracen mesti harus mengungkap para pemesan dan mereka yang menjalankan bisnis serupa. Bukankah praktik ini adalah bisnis lama yang bersembunyi di hiruk pikuk media sosial.
Ya, setidaknya kepolisian harus menjawab dengan baik, mengapa Saracen sampai membuat Presiden Joko Widodo sampai naik darah. "Ini mengerikan sekali. Kalau dibiarkan mengerikan," kata Jokowi.
