SOROT 481

Dari Luar Bumi sampai Konten Birahi

Elon Musk saat menghadiri kompetisi SpaceX Hyperloop Pod II.
Sumber :
  • REUTERS/Mike Blake

Perusahaan antariksa swasta SpaceX menjadi salah satu yang paling serius mewujudkan ambisi koloni di Planet Mars. Pada akhir September 2017, Pendiri dan Chief Executive Officer SpaceX, Elon Musk mengenalkan wahana antariksa baru, BFR pada International Aeronautical Conference di Adelaide, Australia.

img_title Kaleidoskop 2024: 31 Motor Listrik dan Konvensional Mengaspal di Indonesia

Musk menjelaskan nantinya BGR akan mewujud sebagai gabungan dari seluruh fungsi roket Falcon 9, Falcon Heavy dan kapsul Dragon, yang selama ini mereka sediakan. 

Dari segi desain, BFR yang merupakan berupa roket pendorong dan wahana berawak, lebih raksasa dan super dibandingkan dengan tiga wahana SpaceX sebelumnya. 

img_title Kaleidoskop 2024: Puluhan Mobil Bensin yang Curi Perhatian Tahun Ini

Roket Falcon 9 milik SpaceX di langit Orange County, California, Amerika Serikat, 22 Desember 2017.
Roket Falcon 9 milik SpaceX di langit Orange County California Amerika. (Twitter.com/@SirishM/via REUTERS)

 
SpaceX merancang wahana BFR multifungsi untuk misi luar angkasa. Pertama bisa dipakai sebagai kendaraan terbang dari kota ke kota di seluruh dunia, dengan menawarkan waktu tempuh kurang dari 30 menit. Kedua, wahana ini diproyeksikan untuk jadi angkutan bolak balik dari dan ke Bulan, serta terakhir BRF akan menjadi wahana berawak koloni ke Planet Mars. 

img_title Kaleidoskop 2024: Pilihan Mobil Listrik Terbaru yang Meluncur Tahun Ini

Untuk berkeliling antarkota di dunia, BFR didukung dengan kemampuan terbang dengan kecepatan maksimal 27 ribu kilometer per jam. Skemanya BFR akan diangkut ke orbit oleh roket SpaceX, kemudian sesampai di orbit, BFR akan meluncur ke kota tujuan. 

"Hal luar biasa pergi ke antariksa (dengan sistem BFR) yaitu tidak ada friksi, ini lembut layaknya sutera. Tak ada turbulensi, dan tak ada (gangguan) lainnya," katan Musk. 

Menariknya lagi, penumpang tak perlu khawatir dengan biaya terbang di bumi dengan wahana BFR. Musk menegaskan biaya terbangnya bisa disetarakan dengan biaya maskapai pada umumnya.  

Wahana BFR juga bisa dimanfaatkan untuk bolak balik ke Bulan. Misi ke bulan tak sekompleks misi ke Planet Mars. Untuk ke Bulan, tak memerlukan produksi propelan di permukaan satelit Bumi tersebut, sebab jaraknya relatif dekat dengan Bumi. 

Dengan demikian, maka BFR memungkinkan untuk kembali ke Bumi begitu mengirimkan awak ke Bulan. BFR hanya perlu mengisi bahan bakar di tengah perjalanan menuju Bulan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut