Badan Intelijen KGB Hampir Lumpuh Diserang DDos

VoxPop Militer: KGB Belarus.
Sumber :
  • KGB

VoxPop – Situs resmi Badan Intelijen Nasional Belarusia atau KGB nyaris saja lumpuh akibat diserang Denial of Service (DDos).

img_title Ratusan Organisasi dan Tokoh Masyarakat Teken Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil

Penyerangan ke situs KGB disebutkan terjadi sejak 8 Agustus 2020 waktu setempat dan baru diketahui Minggu 9 Agustus 2020.

Dikutip VoxPop militer dari kantor berita RIA, situs KGB diserang dengan DDos pada malam hari, diperkirakan mulai pukul 22.00. Gelombang serangan DDos tak hanya menyasar halaman situs bernama kgb.gov.by tapi juga komputer yang ada di kantor pusat KGB.

img_title Terungkap Alasan Trump Setop Serangan ke Iran Usai Gempuran Selama 13 Hari Beruntun

Badan Pusat Nasional Belarus menyatakan, serangan DDos cukup besar dan dilakukan dalam durasi satu jam sekali.

"Serangan dilakukan pada 2,52 dan 6,17, durasinya masing-masing sekitar 1 jam. Perlu dicatat bahwa nilai puncak ditetapkan sekitar 203 Gb / s, dan rata-rata 91 + 49 Gb / s," kata Badan itu.

img_title AS Kaji Rencana Agresi Besar-besaran ke Iran Demi Rebut Uranium yang Diperkaya

Tak hanya itu saja, penyerangan juga membanjiri situs Kementerian Dalam Negeri dengan nama domain mvd.gov.by dengan DDos. Serangan tak hanya terjadi pada Sabtu malam saja, para penyerang terus melakukannya hingga Minggu.

Belum ada pernyataan resmi dari KGB tentang serangan DDos itu dan apa tujuan penyerangan itu. Hanya saja yang pasti saat ini kondisi Belarus memang sedang tegang jelang pemilihan presiden.

Jangankan KGB, tentara pun telah bersiaga penuh untuk mengantisipasi serangan dari kelompok yang akan mengganggu jalannya pemilihan presiden.

Perlu diketahui DDos merupakan jenis serangan yang sangat berbahaya bagi peralatan komputer atau server yang terhubung dengan jaringan internet. Cara kerjanya yaitu membanjiri lalu lintas jaringan dengan banyak data agar jaringan itu tidak bisa diakses.

Baca: Sersan Tawfiq Tewas Dibunuh Demonstran di Kerusuhan Beirut

Ilustrasi intelijen.

Intelijen AS Sebut China 'Miliki' Data 220 Juta Pemilih Pemilu

Komunitas Intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa China telah memperoleh data 220 juta pemilih Amerika buat pemilu melalui berbagai cara. Menurut laporan.

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut