Sebut Iran Makin Serius Negosiasi dengan AS, Trump Buka Suara soal Opsi Agresi Militer

Presiden AS Donald Trump
Sumber :
  • White House

Jakarta, VoxPop – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim, Iran menunjukkan komitmen terkuatnya sejauh ini dalam negosiasi dengan AS.

img_title Orang AS Ketagihan Tempe, Produk Pangan RI Laris hingga Rp 150 Miliar di New York

Namun, Trump mengaku belum memutuskan apakah akan melancarkan agresi militer besar-besaran terhadap negara tersebut.

"Kami sedang berdiskusi dengan mereka saat ini. Saya rasa mereka semakin serius seiring berjalannya waktu, mungkin karena alasan yang jelas," kata Trump di Gedung Putih, Washington D.C, AS, dikutip Minggu, 26 Juli 2026.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Ilustrasi Bendera Iran

Photo :
  • Reuters

"Menurut saya, mereka jauh lebih serius daripada yang pernah kita lihat sebelumnya. Tapi itu tidak berarti kami akan sampai ke sana. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi," ujarnya.

img_title AS Kembali Serang Iran

Terkait keputusan untuk melancarkan agresi militer berupa serangan besar-besaran terhadap Iran, Trump menjawab belum mempertimbangkan hal itu.

"Kami bisa meningkatkan eskalasi ke tingkat yang jauh lebih tinggi jika kami mau, kami siap melakukannya. Kami sudah siap tempur dan siap bertindak. Ada dua cara. Menurut saya, itu cara yang lebih cerdas, tetapi yang lain mungkin cara yang lebih mudah," kata Trump.

Sementara itu, soal keterlibatan Utusan Khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu sekaligus penasihatnya, dalam pembicaraan dengan Iran, Trump mengatakan semua orang termasuk Wakil Presiden J.D. Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, akan turut terlibat.

"Ini masalah besar. Mereka (Iran) tidak boleh memiliki senjata nuklir. Terlepas dari apa yang dikatakan semua orang tentang pemilu, saya tidak terburu-buru. Kami harus melakukannya dengan benar," ujarnya.

Para ahli strategi Partai Republik mengaku khawatir bahwa perang dengan Iran, yang dinilai tidak populer itu, akan membuat partainya kehilangan kursi di kedua majelis Kongres AS.

Trump sendiri tidak masuk dalam daftar calon pada pemilu sela November nanti. Namun, jika Partai Demokrat berhasil merebut satu atau kedua majelis Kongres, maka hal itu dapat mempersulit pemerintahan Trump dalam dua tahun terakhir masa jabatannya.

Diketahui, AS telah melancarkan serangkaian serangan di berbagai wilayah Iran sejak pekan lalu, sebagai respons atas apa yang diklaim sebagai serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut