Alarm Bahaya, Armada Militer Turki Kedodoran di Dua Front Perang

VoxPop Militer: Jet tempur Mirage F-1 Tentara Nasional Libya (LNA)
Sumber :
  • Al-Marsad

VoxPop – Konsekuensi berat harus terus diterima militer Turki dalam keterlibatannya di Perang Saudara Libya. Yang terbaru, sebuah sistem pertahanan udara milik Turki kembali berhasil dihancurkan oleh jet tempur Tentara Nasional Libya (LNA).

img_title Ratusan Organisasi dan Tokoh Masyarakat Teken Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil

Informasi ini diperoleh VoxPop Militer dari media Lebanon, Al-Masdar News. Dalam laporan itu, disebutkan bahwa pasukan LNA di bawah komando Marsekal Khalifa Haftar melancarkan rangkaian serangan udara di wilayah barat Sirte, tepatnya di Jembatan al-Sadada.

Sementara itu, menurut laporan yang didapat VoxPop Militer dari saluran televisi lokal Libya, TV 24, serangan udara LNA berhasil menghancurkan sistem pertahanan udara MIM-23 Hawk milik militer Turki. 

img_title Profil Melissa Vargas, Pevoli Turki Peraih MVP VNL 2026 yang Tampil Sensasional di Final

Serangan yang dilancarkan pesawat tempur LNA memang menyasar sistem pertahanan udara milik Turki, yang mendukung pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA). 

Sebelum serangan, beberapa perwira Angkatan Udara Libya (LAF) memang sudah mengetahui bahwa Turki menempatkan sistem pertahanan udaranya di wilayah tersebut. Akan tetapi, hingga saat ini pihak LNA masih belum memberikan pernyataan terkait keberhasilan serangannya.

img_title Terungkap Alasan Trump Setop Serangan ke Iran Usai Gempuran Selama 13 Hari Beruntun

Posisi Turki tak cuma terdesak di Libya, dalam berita VoxPop Militer sebelumnya, pasukan Turki juga harus menghadapi aksi militer Yunani di Laut Mediterania.

Di bawah komando Menteri Pertahanan Giorgos Gerapetritis, Yunani menggerakan armada tempurnya baik di darat dan laut untuk melawan agresi militer Turki. Langkah ini diambil seiring ambisi Turki untuk meneruskan rencana survei seismik. 

Menurut laporan yang dikutip VoxPop Militer dari stasiun televisi nasional Yunani, ERT, Gerapetritis tak peduli dengan keputusannya. Intinya, Yunani akan berupaya keras untuk mempertahankan kedaulatan negaranya dari operasi militer Turki dengan kode Navtex di Laut Mediterania.

BACA: Wajah Tanpa Dosa Tentara Amerika Saat Jatuhkan Bom di HIroshima
 

Teluk Persia

Turki Mau Bangun Jalur Baru Kurangi Ketergantungan Terhadap Selat Hormuz, Pakai Kereta Api

Turki targetkan penyelesaian proyek koridor transportasi baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa via Irak dalam waktu 3 tahun sebagai alternatif selat hormuz.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut