Ahli Nuklir Militer Amerika Ditemukan Jadi Mayat Dekat Rel Kereta

VoxPop Militer: Sersan Penatua Elder Fernandes.
Sumber :
  • \

VoxPop – Tentara Amerika Serikat yang menghilang dikabarkan telah ditemukan. Dia ditemukan 200 mil dari Pangkalan Militer Fort Hood.

img_title Netanyahu Buka Peluang Israel Serang Iran Tanpa AS, Negosiasi Nuklir Justru Masuki Tahap Lanjut

Informasi yang dihimpun VoxPop Militer, Rabu 26 Agustus 2020, tentara bernama Elder Fernandes itu ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa. Mayatnya ditemukan dekat rel kereta api di sebelah barat  South 48th Street, Selasa malam waktu setempat.

Jenazah ahli nuklir dan senjata kimia itu awalnya ditemukan dari laporan warga. Awalnya dikira korban kecelakaan. Hanya saja polisi memastikan dia sudah tewas dalam beberapa hari sebelum jasadnya ditemukan.

img_title Trump Syaratkan Deposit hingga Rp 4,46 Miliar untuk Calon Imigran Dapatkan Visa AS

Kepala kepolisian setempat Shawn Reynold mengatakan, memang proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap identitas mayat yang ditemukan itu. Hanya saja diduga kuat korban memang tentara Amerika yang hilang misterius dari Pangkalan Militer Fort Hood.

Perlu diketahui Sersan Penatua Elder Fernandes dilaporkan hilang dari pangkalan militer sejak 21 Agustus 2020. Tentara berusia 23 ini merupakan seorang ahli kimia, biologi, radiologi, dan nuklir. Dia bertugas di Divisi Kavaleri ke 1.

img_title AS Mulai Kehabisan Rudal Pencegat, Jadi Alasan Trump Batal Serang Iran?

Sejak awal tahun 2020, tercatat sudah ada 8 prajurit di pangkalan angkatan darat Fort Hood yang meninggal. Dan kasusnya serupa, dinyatakan menghilang lalu ditemukan tewas.

Baca: Gempar, Video Rahasia Rusia Ledakan Bom Nuklir Terdahsyat Dunia

Ilustrasi Selat Hormuz

Iran Siapkan RUU Larang Kapal AS dan Israel Melintas di Selat Hormuz

Salah satu poin utama dalam beleid tersebut ialah pelarangan kapal milik Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara yang dianggap bermusuhan melintasi selat hormuz

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut