Urusan Bela Yunani, Prancis Berani Main Ancam Pada Turki

VoxPop Militer: Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly
Sumber :
  • ANHA Hawar News Agency

VoxPop – Armada tempur militer Prancis sudah lebih dari sepekan berada di Laut Mediterania Timur. Di bawah komando Presiden Emmanuel Macron, Prancis mengerahkan armada perangnya untuk mendukung Yunani yang tengah bersitegang dengan Turki.

img_title Turki Mau Bangun Jalur Baru Kurangi Ketergantungan Terhadap Selat Hormuz, Pakai Kereta Api

Menurut laporan VoxPop Militer sebelumnya. Prancis adalah negara pertama yang datang ke Laut Mediterania Timur untuk mendukung Yunani, sebelum Uni Emirat Arab (UEA), Jerman, dan Mesir. Sejumlah kapal perang dan jet tempur Dassault Rafale, dikirim Prancis ke wilayah tersebut.

Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly, memberikan pernyataan bahwa pihaknya lebih memprioritaskan dialog untuk menyelesaikan sengketa Yunani dan Turki.

img_title Spanyol, Inggris hingga Prancis Terancam Absen di Piala Dunia 2030, UEFA Ancam Boikot Kompetisi FIFA jika FFE Disetujui

Akan tetapi meskipun tak menyebut nama "Turk", Parly justru menyindir dengan mengatakan Laut Mediterania bukanlah sebuah taman bermain. Apalagi bagi sejumlah pihak yang memiliki kepentingan di wilayah itu.

VoxPop Militer: Armada tempur Angkatan Laut Turki di Laut Mediterania

img_title Profil Melissa Vargas, Pevoli Turki Peraih MVP VNL 2026 yang Tampil Sensasional di Final

"(Prioritas Prancis) adalah dialog, kerjasama, dan diplomasi. Sehingga, (Laut) Mediterania Timur bisa menjadi ruang stabilitas dan penghormatan terhadap hukup internasional. (Laut Mediterania Timur) seharusnya tidak menjadi taman bermain untuk ambisi beberapa (negara)," ucap Parly dikutip VoxPop Militer dari Prensa Latina..

Apa yang dikatakan Parly memang masuk akal. Namun, latihan tempur yang digelar militer Prancis dan Yunani di kawasan itu jelas akan ditanggapi Turki sebagai sebuah ancaman. 

Seorang analis militer yang tak disebutkan namanya memberikan pandangannya terhadap sikap Prancis. Dalam situasi yang kian memanas, tak ada satu negara pun yang menginginkan konflik horizontal meletus di Laut Mediterania Timur.

Tapi di sisi lain, meningkatnya aktivitas militer dari Prancis dan Yunani justru malah memperbesar kans perang pecah. Pengamat militer ini khawatir akan terjadi insiden kecelakaan serius, yang dipastikan akan semakin membuat tegang Turki, Yunani, dan negara-negara lain.

Ribuan Imigram Renang ke Ceuta Spanyol

Prancis Tolak Spanyol Keluar dari Perjanjian Schengen, Ini Alasannya!

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menolak tegas usulan penangguhan atau keluarnya Spanyol dari Perjanjian Schengen, menyusul krisis migrasi di Ceuta.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut