Aneh, Kok Mau Kim Jong-un Minta Maaf Sama Presiden Korea Selatan

VoxPop Militer: Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un
Sumber :
  • Lowy Institute

VoxPop – Sebuah momen langka terjadi saat Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, meminta maaf kepada Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in. Permintaan maaf Kim tak lepas dari pembunuhan seorang pejabat Korsel oleh Tentara Rakyat Korea Utara (KPA).

img_title Korsel Lanjutkan Bangun Jalur Kereta ke Korut pada 2027

Dalam berita VoxPop Militer Kamis 24 September 2020, dilaporkan bahwa seorang pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan hilang. Saat ditemukan, pejabat itu sudah menjadi mayat dan mengambang di laut perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan.

Menurut laporan lain yang dikutip VoxPop Militer dari BBC, pejabat tersebut tewas ditembak pasukan Tentara Rakyat Korea Utara. Setelah ditembak, mayat pejabat itu diguyur bensin dan dibakar sebelum dibuang ke laut.

img_title Media Korea Selatan Soroti Kelakuan Tak Biasa Pemain Vietnam usai Kalahkan Timnas Indonesia 3-0 di Piala AFF 2026

Ada dugaan pejabat itu dibunuh lantaran memasuki wilayah Korea Utara secara ilegal. Sebab seperti yang diketahui, Kim sudah memberi instruksi kepada pasukan Tentara Rakyat Korea Utara untuk menembak mati siapa pun yang melewati perbatasan. Langkah ini diambil untuk mencegah penularan Virus Corona (COVID-19) di Korea Utara.

VoxPop Militer: Tentara Rakyat Korea (KPA) berjaga di perbatasan China

img_title Mengenal Kim Hee-jin, Rekan Setim Megawati Hangestri yang Pernah Bawa Korea Selatan Tembus Semifinal Olimpiade

Kim dikabarkan telah meminta maaf secara pribadi kepada Presiden Moon, atas peristiwa yang membuat pejabatnya tewas. Permintaan maaf Kim ditulis dalam sepucuk surat, dengan pernyataan "peristiwa memalukan dan seharusnya tidak terjadi". 

Kim juga mengatakan dalam suratnya bahwa ia memahami "lebih dari siapa pun tekanan dan kesulita" yang dihadapi untuk mengatasi pandemi COVID-19 dan kerusakan akibat bencana angin topan baru-baru ini. Itu adalah "kebenara yang tulus" dan Kim ingin "berbagi rasa sakit da penderitaan dengan orang-orang Korea Selatan."

Permintaan maaf Kim adalah pernyataan pertama dari pihak Korea Utara pasca terjadinya peristiwa mengerikan itu. Setelah melakukan penyelidikan, otoritas keamanan Korea Utara memastikan ada 10 peluru yang bersarang di tubuh pejabat itu.

Hasil penyelidikan otoritas keamanan Korea Utara itu telah dikirim ke Korea Selatan. Meski demikian, Korut membantah telah membakar mayat pejabat itu.

Baca juga: Ungkap Rahasia Penyelundupan Senjata, Hamas Palestina Bikin Geger

Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo

Skandal Sepakbola Korea Selatan Makin Panas, Rumah Hong Myung Bo dan KFA Digeledah Polisi

Kegagalan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026 ternyata berbuntut panjang. Setelah dihujani kritik dari publik dan parlemen, mantan pelatih Taeguk Warriors, Hong Myun

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut