Roket Penghancur Basis Militer Amerika Ternyata Dibikin oleh Rusia

VoxPop Militer: Peluncur roket Katyusha buatan Uni Soviet (Rusia)
Sumber :
  • Russia Beyond

VoxPop – Dalang dari serangan roket mematikan ke Pangkalan Udara Balad, Irak, memang belum diketahui. Namun, sebuah fakta terungkap di balik serangan ke pangkalan militer yang dikuasai oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force).

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

VoxPop Militer melaporkan dalam berita sebelumnya, Pangkalan Udara Balad yang terletak 64 kilometer di sebelah utara ibukota Baghdad, dihantam enam buah roket, Minggu 18 April 2021. 

Akibat serangan itu, sejumlah bagian bangunan pangkalan militer rusak berat dan terbakar. Sementara itu, dua orang tentara Angkatan Bersenjata Irak yang tengah melakukan penjagaan mengalami cedera serius. Bahkan, hingga saat ini keduanya dikabarkan dalam status kritis.

img_title AS Akan Berlakukan Deposit Visa hingga Rp360 Juta Bagi Warga 50 Negara, Indonesia Termasuk?

Pihak militer Amerika Serikat dan Irak hingga saat ini masih belum mengetahui siapa dalang di balik serangan itu. Meskipun, sejumlah pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS) menuding faksi milisi Irak yang berafiliasi dengan Iran adalah pihak yang bertanggung jawab.

VoxPop Militer: Pangkalan militer Amerika Serikat di Irak terkena serangan roket

Photo :
  • New York Times
img_title Putra Mahkota Arab Saudi Khawatir soal Rencana Serangan AS ke Iran

Usai serangan mematikan itu, sebuah fakta terungkap perihal senjata maut yang digunakan untuk melancarkan serangan. 

Ternyata, roket yang menghantam Pangkalan Udara Balad adalah peluncur roket Katyusha. Roket Katyusha sendiri adalah peluncur multiroket yang dibuat oleh Uni Soviet (Rusia) sejak era Perang Dunia II, atau tepatnya pada 1941.

Menurut data lain yang dikutip VoxPop Militer dari Reuters, peluncur roket Katyusha masih digunakan oleh beberapa negara hingga saat ini. Dari bebera negara yang masih menggunakan roket Katyusha adalah Korea Utara (Korut), Republik Rakyat China (RRC), dan Iran.

Militer Amerika Serikat sudah sangat mengenal roket Katyusha. Khususnya di Irak, pada 19 Mei 2019 lalu, roket ini ditembakan ke Zona Hijau di Baghdad. Kala itu, ledakan roket hanya berada sangat dekat dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Kemudian pada 4 Januari 2020, empat buah roket Katyusha kembali menghantam Baghdad. Lag-lagi, roket jatuh di dekat Kedutaan Besar AS.

Ilustrasi penembakan.

Penembakan di Restoran AS, Sejumlah Orang Dilaporkan Tewas

Beberapa orang dilaporkan tewas dan terluka dalam insiden penembakan di sebuah restoran di negara bagian Idaho, Amerika Serikat. Pelaku juga dilaporkan tewas.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut