Anggap Remeh Doktrin Nuklir Rusia, NATO: Enggak Ngaruh!

VoxPop Militer: Rudal Balistik Antar-Benua (ICBM) R-28 Sarmat militer Rusia
Sumber :
  • youtube.com

VoxPop – Mantan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NAT0), Jens Stoltenberg, merespons perubahan doktrin nuklir Rusia dengan remeh. Politisi Norwegia itu hanya menganggap sikap rezim Vladimir Putin hanya retorika.

img_title Pendiri Telegram Terancam Penjara Seumur Hidup di Rusia, Ini Penyebabnya

Pada awal September 2024 lalu, Rusia menyatakan tengah bersiap untuk melakukan revisi doktrin nuklir. Langkah ini dilakukan sebagai respons aktivitas negara-negara NATO, yang terus menyuplai senjata ke Ukraina.

Tak terkecuali dalam operasi lintas batas yang dilancarkan militer Ukraina sejak 6 Agustus 2024 di Oblast (Provinsi) Kursk. Rusia menemukan sejumlah sisa-sisa senjata kiriman negara NATO yang menjadi bukti keterlibatannya.

img_title Ratusan Organisasi dan Tokoh Masyarakat Teken Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil

Ternyata, NATO tak ciut menghadapi perubahan doktrin nuklir Rusia. Stoltenberg yang baru saja menyelesaikan masa jabatannya sebagai Sekjen NATO, menyatakan tidak khawatir dengan hal tersebut.

VoxPop Militer: Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg

Photo :
  • AP Photo/Sergei Grits
img_title Iran Tak Bakal Biarkan Begitu Saja Serangan Ukraina ke Kapal Dagangnya

Stontenberg mengabaikan ancaman dari Moskow, dan menganggap langkah yang dilakukan oleh Putin hanya sebagai retorika belaka.

"NATO belum mendeteksi adanya perubahan dalam postur nuklir Rusia, yang memerlukan perubahan dari pihak kami," ucap Stoltenberg di Brussels, Belgia, Senin 30 September 2024.

"Apa yang telah kita lihat adalah pola retorika dan pesan nuklir Rusia yang sembrono, dan ini sesuai dengan pola tersebut," katanya dilansir VoxPop Militer dari Russia Today.

Lebih lanjut Stoltenberg menegaskan bahwa revisi doktrin nuklir adalah upaya Rusia untuk menghalangi dukungan negara-negara NATO terhadap Ukraina. 

VoxPop Militer: Kiriman senjata Amerika Serikat ke Ukraina

Photo :
  • cnbc.com

Stoltenberg memastikan, sikap Rusia sama sekali tidak akan berpengaruh kepada dukungan NATO terhadap perjuangan eks negara Uni Soviet itu.

"Setiap kali kita meningkatkan dukungan kita dengan jenis senjata baru, tank tempur, senjata jarak jauh atau (jet tempur) F-16, Rusia telah mencoba mencegah kita. (Revisi doktrin nuklir Rusia) tidak boleh menghalangi sekutu NATO untuk mendukung Ukraina," ujar Stoltenberg.

Sebagai informasi, Stoltenberg baru saja menyelasikan masa jabatannya sebagao Sekjen NATO ke-13 yang berlangsung sejak 1 Oktober 2014. 

Posisi Stoltenberg selanjutnya dipegang oleh Mark Rutte, yang juga menduduki posisi sebagai Perdana Menteri Belanda.

Presiden RI Prabowo Subianto

Prediksi Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia kini berada dalam fase yang semakin rawan akibat konflik bersenjata yang terus meluas di berbagai kawasan

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut