Gunakan Senjata Kimia, Kolonel Shkroba Diburu Intelijen Ukraina

VoxPop Militer: Granat gas RG-Vo militer Rusia
Sumber :
  • Army Inform

VoxPop – Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengklaim telah mengidentifikasi seorang perwira militer Rusia, yang bertanggung jawab atas perintah penggunaan senjata kimia dalam perang.

img_title Pendiri Telegram Terancam Penjara Seumur Hidup di Rusia, Ini Penyebabnya

Organisasi intelijen Ukraina itu menyatakan sosok Kolonel Roman Shkroba, Komandan Brigade Senapan Bermotor ke-123 Distrik Militer Selatan Rusia, yang menginstruksikan penggunaan granat gas K-51 dan RG-Vo di Oblast (Provinsi) Donetsk.

Menurut laporan yang dilansir VoxPop Militer dari Kyiv Post, hasil investigasi intelijen Ukraina menyatakan Shkroba menyuruh anak buahnya melempar granat K-51 dan RG-Vo pada Desember 2023.

img_title Ratusan Organisasi dan Tokoh Masyarakat Teken Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil

Kedua granat gas tersebut adalah jenis gas air mata yang kerap digunakan untuk mengendalikan huru-hara. Meskipun gas air mata banyak digunakan kepolisian, namun kedua granat tersebut dianggap sebagai senjata kimia.

VoxPop Militer: Granat gas K-51 militer Rusia

Photo :
  • X/@ChuckPfarrer
img_title Iran Tak Bakal Biarkan Begitu Saja Serangan Ukraina ke Kapal Dagangnya

Oleh karena itu, penggunaan granat K-51 dan RG-Vo dilarang dalam perang berdasarkan Protokol Jenewa tahun 1925.

Pada Februari 2025, Kementerian Luar Negeri Ukraina menyatakan pihaknya telah mendokumentasikan ribuan contoh penggunaan senjata kimia oleh tentara Rusia.  

Dalam penjelasannya, Kementerian Luar Negeri Ukraina mencatat ada 6.129 kasus penggunaan senjata kimia. 

Dengan penjelasan, bahan terlarang yang dimuat oleh senjata militer Rusia adalah 2-chlorobenzalmalononitrile (CS), chloroacetophenone (CN), chloropicrin dan mercaptan (malodoran).

VoxPop Militer: Granat gas RG-Vo militer Rusia

Photo :
  • Military Media Center

“Dari Februari 2023 hingga Februari 2025, tercatat 6.129 kasus penggunaan amunisi yang mengandung bahan kimia berbahaya oleh penjajah Rusia," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Ukraina. 

"Termasuk di dalamnya, bahan 2-chlorobenzalmalononitrile (CS), chloroacetophenone (CN), serta chloropicrin dan mercaptan (malodoran), telah didokumentasikan," lanjut pernyataan tersebut.

SBU menyatakan bahwa Shkroba menggunakan senjata kimia untuk memaksa pasukan Ukraina keluar dari tempat perlindungan, di wilayah Spirne, Donetsk.

"Dengan menggunakan senjata kimia, musuh mencoba menerobos pertahanan pasukan Ukraina selama pertempuran berkelanjutan di wilayah desa Spirne," kata Dinas Keamanan Ukraina. 
 

Presiden RI Prabowo Subianto

Prediksi Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia kini berada dalam fase yang semakin rawan akibat konflik bersenjata yang terus meluas di berbagai kawasan

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut