Gara-gara Tak Izinkan Anaknya Wajib Militer, Pejabat Ukraina Dikirim Perang ke Garis Depan

VoxPop Militer: Letnan Kolonel Yuriy Kovalyuk
Sumber :
  • Ukrainian National News (UNN)

VoxPop – Keputusan seorang komisaris militer Ukraina melindungi putranya dari wajib militer, berujung sial. Sang pejabat malah dikirim ke garis depan perang untuk melawan pasukan Rusia

img_title Pendiri Telegram Terancam Penjara Seumur Hidup di Rusia, Ini Penyebabnya

Adalah Letnan Kolonel Yuriy Kovalyuk, Kepala Departemen Kedua Kantor Pendaftaran Militer Distrik Dubensky, Oblast (Provinsi) Rivne, yang baru saja dicopot dari jabatannya. 

Menurut laporan yang dikutip VoxPop Militer dari Ukrainian National News (UNN), setelah dibebastugaskan Kovalyuk langsung diberi tugas ke medan perang. 

img_title Ratusan Organisasi dan Tokoh Masyarakat Teken Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil

Pemberhentian dan pengiriman dirinya ke garis depan tak lepas dari pernyataannya kepada media lokal, yang secara terbuka tidak memberi izin kepada putranya untuk mengikuti wajib militer.

VoxPop Militer: Letnan Kolonel Yuriy Kovalyuk

Photo :
  • UA2 News
img_title Iran Tak Bakal Biarkan Begitu Saja Serangan Ukraina ke Kapal Dagangnya

Kovalyuk menunjukkan pandangan skeptis terhadap rekrutmen kontrak bagi pemuda di bawah usia 25 tahun. Menurutnya, daya tahan mereka di medan tempur sangat rendah.

"Tidak, saya tidak akan izinkan anak saya ikut perang," kata Kovalyuk dilansir VoxPop Militer dari Kantor Berita Rusia, RIA Novosti

Pencopotan Kovalyuk dari jabatannya atas perintah Komando Operasi Barat militer Ukraina, untuk kemudian diangkat menjadi wakil komandan unit militer, dengan penugasan langsung ke garis depan.

Insiden ini muncul di tengah sorotan luas terhadap praktik mobilisasi militer Ukraina yang semakin ketat dan kontroversial. 

VoxPop Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU)

Photo :
  • AP/Andrii Marienko

Penempatan Kovalyuk ke garis depan tampaknya menjadi pesan kuat dari otoritas militer: tidak ada tempat bagi penolakan atau pengecualian dalam mobilisasi nasional yang semakin agresif.

Presiden RI Prabowo Subianto

Prediksi Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia kini berada dalam fase yang semakin rawan akibat konflik bersenjata yang terus meluas di berbagai kawasan

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut