Kisah Pemuda Sumedang Jadi Jenderal TNI Sampai Wakil Presiden RI
- Youtube
Tindakan pertama yang diambil Umar adalah mengelilingi Jakarta, untuk memantau situasi. Setelah itu, Umar memberi informasi kepada Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat, Mayjen TNI Soeharto.
Pasca keberhasilan Soeharto merebut kendali situasi di Jakarta dari anggota PKI, Umat pun melakukan tindakan lanjutan. Jam malam pun diberlakukan di seluruh wilayah Jakarta, hingga memantau seluruh surat kabar.
VoxPop Militer: Jenderal TNI (Purn.) Umar Wirahadikusumah (kanan)
- Youtube
Saat itu, jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) masih bernama Menteri Panglima Angkatan Darat (Menpangad) dengan pejabat Letjen TNI Ahmad Yani. Setelah mengetahui Yani gugur dalam peristiwa G30S/PKI, posisi Menpangad sempat dipegang oleh Mayjen TNI Pranoto Reksosamodra periode 2-16 Oktober 1965.
Setelah itu, Soeharto yang sudah berpangkat Jenderal TNI menduduki posisi tertinggi di TNI Angkatan Darat. Soeharto pun menunjuk Umar untuk menggantikannya sebagai Pangkostrad, dengan pangkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI. Umar adalah Pangkostrad ke-2, setelah Mayjen TNI Soeharto.
Soeharto yang kemudian dilantik menjadi Presiden ke-2 RI pada 22 Februari 1967, kembali memberikan kenaikan pangkat kepada Umar. Tepatnya pada 25 Nobvember 1969, pangkat umar resmi naik menjadi Jenderal TNI dengan jabatan sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat.
Pasca pensiun dari dinas militer, Umar masih mendapatkan posisi strategis di era kepemimpinan Soeharto. Pada 1973, Umar diangkat menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menggantikan posisi Letjen TNI (Purn.) Dadang Suprayogi.
10 tahun menduduki posisi sebagai Ketua BPK, Umar secara tak terduga dipilih Soeharto sebagai Wakil Presiden pada 11 Maret 1983. Umar adalah Wakil Presiden RI keempat, setelah Mohammad Hatta, Sri Sultan Hamengkubowono IX, dan Adam Malik.
Lima tahun menjadi orang nomor dua di Indonesia, posisi Umat kemudian digantikan oleh purnawirawan Pati TNI Angkatan Darat lainnya, Letjen TNI (Purn.) Sudharmono. Setelah masa jabatannya sebagai Wakil Presiden RI, usai Umar tidak lagi aktif di dunia politik.
Setelah berjuang melawan penyakit jantung dan paru-paru, Umar meninggal dunia pada usia 78 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, 21 Maret 2003.
