Megawati Dikepung OPM, Jenderal Marinir TNI Selamatkan Nyawanya
- Youtube
VoxPop – Sebuah pengalaman menegangkan pernah dialami oleh seorang Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Laut, Letjen TNI (Mar) (Purn.) Nono Sampono. Ya, Nono harus berhadapan dengan ribuan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), untuk melindungi nyawa Wakil Presiden, Megawati Soekarno Putri.
Dikutip VoxPop Militer dari situs resmi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Nono diketahui adalah Komandan Paspampres (Danpaspampres) ke-13. Nono menduduki posisi Danpaspampres periode 2001 hingga 2003, di era kepemimpinan Presiden Republik Indonesia (RI) ke-3, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Namun, sebelum diangkat menjadi Danpaspampres, jebolan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1976 ini lebih dulu menjadi Wakil Komandan Paspampres.
Dalam akun Twitter pribadinya, Nono menyatakan bahwa ia mendapat panggilan dari Wakil Presiden RI saat itum Megawati Soekarnoputri, untuk menjadi Wakil Komadan Paspampres.
VoxPop Militer: Letjen TNI (Mar) (Purn.) Nono Sampono
- Youtube
Perlu diketahui, sosok Nono adalah Wadanpaspampres dan Danpaspampres pertama yang berasal dari satuan elite TNI Angkatan Laut, Korps Marinir. Sebelumnya, tak ada Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Laut yang pernah menduduki jabatan ini.
Saat menjabat Wadanpaspampres itu lah, Nono mendapat pengalaman yang sangat berbahaya saat menjalankan tugasnya. Nono mengisahkan, tepatnya pada 1999 ia ikut serta dalam rombongan Wakil Presiden Megawati ke kota Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua.
Saat itu, Paspampres yang mengawal Megawati berjumlah 38 personel. Namun alangkah terkejutnya Nono, ada ribuan anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) OPM yang datang mengepung.
"Yang cukup lumayan berisiko tinggi dan berat adalah pengalaman waktu Ibu Megawati masih Wakil Presiden. Sebuah kabupaten namanya Enarotali di pegunungan, sebuah kabupaten di pegunungan (Papua). Saya berhitung lebih dari 1000 OPM, dan pasukan pengamanan sangat terbatas," ujar Nono.
VoxPop Militer: Anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM)
- Asia Times
Nono yang juga merupakan anggota satuan paling elite TNI Angkatan Laut, Detasemen Jalamangkara (Denjaka), berusaha melakukan negosiasi dengan salah seorang yang diketahui adalah komandan OPM.
Setelah melakukan komunikasi, sang komandan OPM diketahui ingin berbicara langsung dengan Megawati. Keinginan itu ditolak mentah oleh Nono. Nono balas mengancam jika OPM terus memaksa, maka pihaknya akan bertindak tegas.
"Kami dikepung ribuan tentara OPM. Lalu, saya berhadapan dengan komandan OPM dan menanyakan tujuannya. Komandan OPM memaksa untuk berbicara langsung dengan Ibu Megawati dan saya menjawab 'tidak bisa seperti ini caranya'. Jika Anda tetap memaksa artinya Anda akan mampus di tangan saya," kata Nono melanjutkan.
