Jenderal Kopassus Beberkan Kisah Nyata Derita Prajurit TNI di Papua
- Penerangan Kopassus
VoxPop – Ada banyak fakta tak terduga muncul di Gedung DPR RI ketika berlangsung rapat antara Komisi I dengan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Salah satunya tentang penderitaan yang dialami para prajurit TNI saat melaksanakan tugas operasi pengamanan di pedalaman Papua. Fakta itu diungkapkan Wakil Ketua DPR RI, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Lodewijk Freidrich Paulus.
Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklat TNI AD) ke-15 tersebut menceritakan, banyak prajurit TNI yang menjadi korban kebrutalan kelompok teroris bersenjata alias KKB OPM, karena keterbatasan kebutuhan pokok.
Jadi, menurut Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu, prajurit TNI terpaksa setiap hari harus pergi berbelanja ke pasar demi bisa mendapatkan bahan pangan untuk kebutuhan makan.
VoxPop Militer: Letnan Jenderal TNI (Purn.) Lodewijk Freidrich Paulus
Prajurit TNI itu berbelanja ke pasar bukan karena ingin membeli makanan yang sesuai dengan selera mereka. Tapi hal itu terpaksa dilakukan karena dorongan logistik alias dorlog terlambat datang.
"Gara-gara dorlog yang terlambat, maka prajurit harus berbelanja ke pasar. Belanja dia (prajurit TNI-red), bayangkan kalau satu minggu habis berapa dia, dan di kita ada teori patroli, rute berangkat tidak boleh sama dengan rute kembali. Kenapa? konsekuensinya kita dihadang. Nah kalau prajurit belanja ke pasar, dia tidak bisa memakai teori patroli tersebut. Tempatnya pasti di situ, kebutuhannya sama, rutenya tidak akan berubah. Nah dampaknya apa dari keterlambatan logistik ini, akhirnya prajurit banyak yang jadi korban gara-gara belanja di pasar," kata Letjen TNI (Purn.) Lodewijk Freidrich Paulus di lansir VoxPop Militer dari siaran TV Parlemen, Rabu 7 September 2022.
Menurut jenderal TNI yang kini menjadi politikus Partai Golkar itu, dorongan logistik terlambat datang bukan cuma karena faktor medan dan cuaca saja. Tapi diperparah dengan kondisi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) pendukung pendisitribusian logistik yang tak memadai dan berfungsi dengan baik.
VoxPop Militer: Letnan Jenderal TNI (Purn.) Lodewijk Freidrich Paulus
"Ada suatu fakta Bapak Panglima TNI karena dorlog, dorongan logistik terlambat ke wilayah, Kita tahu Papua seperti apa. Gara-gara dorlog terlambat, ini sementara kita abaikan dulu masalah cuaca dan geografi. Artinya kesiapan alutsista. Jadi jangan salahkan dulu cuacanya bagaimana, medannya bagaimana. Tapi kesiapan," kata beliau di hadapan Panglima TNI, Jenderal TNI Andika.
