Teror OPM Berlalu, Pos Pasukan Tengkorak Kostrad TNI di Titigi Diserbu Puluhan Anak
- Yonif PR 305/Tengkorak, Kostrad, TNI
VoxPop Militer: Kursi untuk gereja di Pos Yonif PR 305 Tengkorak di Intan Jaya.
- Yonif PR 305/Tengkorak, Kostrad, TNI
Bahan untuk pembuatan kursi Gereja Bazemba tiba di Bandara Bilorai, Intan Jaya pada Sabtu pekan lalu. Sore harinya, Serda Nursalim dan kawan-kawan mulai merakit kursi.
Dari 60 kursi yang disiapkan untuk gereja, Nursalim dan kawan-kawan baru merakit 10 unit. Karena memang belum semua barang datang dari Timika.
Setiap masyarakat yang melintas di depan Pos Koper, selalu menoleh ke arah para Kesatria Tengkorak Kostrad yang sedang bekerja. Bapak Pendeta Akan Miagoni, Gembala Yakob Sondegau Pieter Sondegau dan beberapa jemaat Gereja Bazemba mengungkapkan kebahagiaannya, ketika pada hari Minggu mampir di Pos Koper, padahal pekerjaan itu masih butuh sekitar dua Minggu untuk diselesaikan.
"Bapak Gembala. Ini tidak gampang. Luar biasa Bapak. Tuhan memberkati. Ini kalau bukan bapak-bapak, ini tidak bisa," ucap Gembala Yakob Sondegau kepada Gembala Poltak Siahaan.
VoxPop Militer: Patroli Special Yonif PR 305 Tengkorak di Intan Jaya.
- Yonif PR 305/Tengkorak, Kostrad, TNI
Tidak sebatas itu saja yang dikerjakan para Kesatria Pasukan Tengkorak Kostrad dalam dua Minggu Program Terpadu 100 Hari. Para Komandan tiap-tiap Pos juga kembali menjalankan program Patroli Special. Kegiatan Patroli humanis, mendatangi honai-honai di kampung-kampung, untuk membagikan sembako kepada masyarakat. Kampung Amaesiga, Tanah Putih, Wanted dan Bilogai menjadi sasaran Patroli Special Kesatria Tengkorak Kostrad di bulan ini.
"Mungkin inilah yang disebut sebagai rencana yang sempurna dari Yang Maha Kuasa. Pertemuan yang dilanjutkan kebersamaan antara pasukan Tengkorak Kostrad pimpinan Raja Aibon Kogila dengan masyarakat, telah menjadikan Intan Jaya berubah warna. Intan Jaya yang sebelumnya sepi dengan aktivitas masyarakat, saat ini menjadi semakin ramai. Tidak ada ketakutan masyarakat untuk bertemu, berkomunikasi atau bahkan meminta bantuan kepada pasukan Tengkorak Kostrad. Justru yang terjadi, masyarakat sudah mulai bersatu melawan para gerombolan KST yang selama ini menyengsarakan mereka. Bahkan, karena kepercayaan yang terjalin, beberapa di antara masyarakat selalu memberikan informasi tentang para gerombolan," tulis Raja Aibon Kogila.
Untuk diketahui, Satgas Yonif Para Raider 305/Tengkorak, Kostrad menggulirkan Program Terpadu 100 Hari setelah berhasil mengusir KST OPM dari kampung yang sempat mereka kuasai. Program ini digulirkan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memberikan rasa aman, melindungi masyarakat dari teror dan intimidasi gerombolan KST serta mencari dan menemukan KST.
