Proyeksi Pertahanan 2045, TNI AL Masih Butuh Banyak Tambahan Kapal Selam Agar Disegani Lawan

VoxPop Militer: Kapal selam TNI Angkatan Laut muncul di permukaan Laut Situbondo
Sumber :
  • Dispenal

Jakarta – Deputi V Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Jaleswari Pramodhawardani mengatakan, TNI Angkatan Laut memegang kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Asia Pasifik. 

img_title Menhan Sjafrie Usul Latihan dan Pembinaan TNI Dilakukan 3 Kali dalam Setahun, Ini Alasannya

Menurut Jaleswari, secara geografis Indonesia berada di posisi yang sangat strategis di tengah ketegangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat (USA) saat ini. Sehingga, lanjut Jaleswari, jalur laut wilayah Indonesia sangat mempengaruhi dua kekuatan besar (Tiongkok dan Amerika Serikat) yang saat ini tengah berebut pengaruh di kawasan.

Dengan demikian, lanjut Jaleswari, Indonesia harus memiliki kemampuan pertahanan yang dapat memperkuat wilayah maritim untuk mengantisipasi terjadinya ketegangan geopolitik di kawasan Asia Pasifik antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

img_title Menhan Sjafrie Ungkap Kekuatan Tempur TNI Terpenuhi, Mulai dari Alutsista hingga Amunisi

"Untuk itu TNI Angkatan Laut harus siap dengan segala kemungkinan yang bisa terjadi di kawasan yang semakin memanas," kata Jaleswari Pramodhawardani dalam Sarasehan TNI AL  dengan tema "Refleksi dan Proyeksi Eksistensi Prajurit Jalasena untuk Melaju Mewujudkan Indonesia Maju" yang digelar di Balai Samudera, Kepala Gading, Jakarta Utara, Senin, 2 Oktober 2023.

Menurut Jaleswari, kebutuhan yang paling penting saat ini bagi pemerintah adalah memperkuat TNI AL dengan menambah kekuatan kapal selam dan satelit militer untuk mengantisipasi perang modern di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

img_title TNI Buka Suara Soal Dugaan Prajurit Aniaya Polisi Hingga Tewas di Asrama Brimob Slipi

"Kapal selam merupakan 'Apex Predator' atau 'Predator Puncak' di ekosistem laut yang dapat melawan kapal induk yang kerap digunakan untuk memproyeksikan kekuatan secara khusus di Kawasan Asia Pasifik," ujarnya.

Dia juga sempat menyinggung kekuatan armada peperangan laut, khususnya kapal selam yang saat ini dimiliki Indonesia yang masih berada di peringkat 11 dan berada dibawah Vietnam dan Singapura.

"Kapal selam TNI AL harus ocean going dan bisa berfungsi sebagai platform yang gesit untuk berbagai fungsi, seperti pengumpulan intelijen, pencegahan strategis, dan peningkatan konektivitas armada kapal selam, serta koordinasi," tambahnya.

VoxPop Militer: KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali

Photo :
  • Istimewa/Viva Militer

Sementara itu,  Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengakui bahwa saat ini TNI AL masih membutuhkan tambahan kekuatan kapal selam untuk memperkuat wilayah kedaulatan perairan Indonesia.

KSAL menambahkan, jika mengacu pada target Kekuatan Pokok Minimum atau Minimum Essentials Forces (MEF) akhir 2024, pemerintah telah menargetkan akan memperkuat TNI AL sebanyak 12 kapal selam. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut