Proyeksi Pertahanan 2045, TNI AL Masih Butuh Banyak Tambahan Kapal Selam Agar Disegani Lawan
- Dispenal
"Dulu memang sudah kita hitung rencana ideal adalah 12 (kapal selam), itu juga kita tetap mempertimbangkan kesiapan anggaran dari pemerintah," kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali.
Untuk memenuhi kekurangan kapal selam tersebut, jenderal bintang empat yang juga dibesarkan oleh Korps Kapal Selam/Hiu Kencana TNI AL itu juga mengakui bahwa dalam waktu dekat ini pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) berencana akan menambah kekuatan kapal selam TNI AL.
"Mungkin yang terdekat ini (akan ada penambahan) beberapa kapal selam saja, mungkin jumlahnya dibawah, tidak sampai 5 (lima). Saat ini kan sudah ada empat (kapal selam)," ujar Kasal.
Adapun empat kapal selam yang saat ini memperkuat TNI AL adalah, KRI Cakra-401, KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro-405.
Lebih jauh, Kasal menambahkan, pekan lalu dirinya melakukan kunjungan kenegaraan ke Eropa. Dia berkesempatan mendatangi galangan produsen Kapal Selam thyssenKrupp Marine System (tk MS), di Kiel, Jerman, Senin, 25 September 2023 lalu.
Dalam kesempatan itu, Laksamana TNI Muhammad Ali menerima penjelasan tentang produksi Submarine 212/214, pengenalan perkembangan terpedo SUT dan konfigurasi sistem senjata serta sensor pada produk kapal selam yang telah dan sedang dibangun.
Orang nomor satu di Matra Laut itu didampingi Flotila Commander RADM Sacha Rackwitz dan CEO tkMS Oliver Burkhard sempat melihat langsung salah satu unit Kapal Selam Jerman tipe HWD 212.
Namun, Kasal Laksamana Muhammad Ali belum dapat memastikan apakah kapal selam tipe HWD 212 buatan Jerman itu yang akan menambah kekuatan kapal selam TNI AL dalam waktu dekat ini atau bukan.
"Kalau masalah pengadaan nanti mungkin Kemhan yang lebih punya kewenangan untuk membuat kontrak, untuk kapal selam kapan dibuat kontrak itu terserah dari Kemhan. Tapi kita akan mengajukan kira-kira kapal selam mana yang cocok untuk perairan Indonesia," kata Muhammad Ali.
