Terungkap, Oknum Paspampres Praka RM Sempat Kawal Iriana Jokowi Sebelum Culik dan Bunuh Imam Masykur
- Istimewa/Viva Militer
VoxPop Militer: Tiga oknum prajurit TNI AD penculik Imam Masykur di sidang
- Istimewa/Viva Militer
Lalu, pada 12 Agustus pagi, Praka Riswandi sempat ditanya oleh sang istri soal rencana liburannya.
“Istri terdakwa bertanya kepada terdakwa 1, 'Mau kemana Yah, ini kan hari libur. Kita kan mau jalan-jalan'. Kemudian terdakwa 1 menjawab, 'Saya ada urusan sama kawan-kawan',” kata Oditur menirukan percakapan.
Pernyataan itu membuat istri Riswandi kecewa. Riswandi mencoba membujuk istrinya, agar rencana liburan dilaksanakan pada 13 Agustus 2023.
“Kemudian terdakwa 1 menjelaskan kepada istrinya, 'Mah besok kan hari Minggu, kita kan bisa jalan-jalan juga'. Kemudian Istri terdakwa Praka Riswandi menangis,” kata Oditur.
Setelah membatalkan rencana liburan dengan anak dan istrinya, Praka Riswandi kemudian meminta dua rekannya yang lain untuk menjemput dirinya di rumah dengan mobil sewaan yang sudah dipersiapkan dan di sewa dari kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
"Bahwa sekitar pukul 07.00 WIB Setelah selesai mandi terdakwa 1 menghubungi terdakwa 3, 'Wir, aduh Wir, saya sama istri cekcok, saya enggak bisa ke sana, kalian saja ke sini'. Terdakwa 3 lalu menjawab, 'Oke-oke lae'," lanjut oditur.
Setelah itu, Praka Riswandi Cs menuju toko obat kosmetik yang terletak di jalan Ir. H. Juanda, Cirendeu, kawasan Tangerang Selatan. Setelah tiba di salah satu toko obat, terdakwa 2 Praka Heri Sandi kemudian turun dari mobil sewaan dan langsung menanyakan obat tramadol kepada penjual toko obat yang belakangan diketahui bernama Imam Masykur.
"Ada tramadol gak?" tanya Praka Heri Sandi kepada penjual obat.
Setelah korban Imam Masykur mengatakan 'ada' lalu terdakwa 2 Praka Heri langsung menangkap Imam Masykur sambil mengeluarkan Map warna merah yang diklaim sebagai surat tugas (palsu) dari aparat kepolisian.
Aksi Praka Heri itu pun sempat mendapatkan perlawanan dari Imam Masykur dan warga yang berada di sekitar toko kosmetik tersebut. Kemudian, dua terdakwa lainnya yaitu Praka Riswandi Manik dan Praka Jasmowir turun dari mobil sewaan dengan menggunakan rompi warna hitam dan mengaku dari aparat kepolisian.
Kemudian, Imam Masykur langsung dibawa dan dianiaya di dalam mobil sewaan sepanjang jalan Ir. H. Juanda menuju Pasar Minggu, Cawang, hingga Condet, Jakarta Timur.
