Kisah Pasukan Pandawa Kostrad TNI 5 Bulan di Nduga Hingga Raibnya Teror Berdarah Gembong OPM

VoxPop Militer: Pasukan Yonif 411 Pandawa Kostrad di Kenyam, Nduga.
Sumber :
  • Yonif Mekanis 411 Pandawa Kostrad

Program teritorial yang selama ini dijalankan seperti program berbagi "Pos Senyum". Program ini sendiri digelar tiga hari seminggu. Yaitu Selasa dan Jumat serta Minggu di Pos Kotis Kenyam dan Pos Kout Batas Batu. Program berbagi beras 3 kg dan mie instan 6 buah, terlihat biasa dan sangat sederhana, tapi ternyata program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Alasannya begini.

img_title Ratusan Organisasi dan Tokoh Masyarakat Teken Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil

VoxPop Militer: Pasukan Yonif 411 Pandawa Kostrad di Kenyam, Nduga.

Photo :
  • Yonif Mekanis 411 Pandawa Kostrad

"Di Kenyam, beras merupakan barang mewah karena harganya cukup mahal, satu kilogram bisa sampai dua puluh lima ribu rupiah, ini terjadi karena biaya distribusi logistik ke Kenyam mahal, dengan kapal motor yang ongkirnya mahal dan via pesawat terbang. Alhasil, program berbagi yang dilakukan tiga kali dalam seminggu ini, dirasakan sangat membantu," ujar Bang Alex.

img_title Terungkap Alasan Trump Setop Serangan ke Iran Usai Gempuran Selama 13 Hari Beruntun

Yang baru program berbagi nasi bungkus untuk sarapan ini dilaksanakan dilatar belakangi karena prihatin dengan anak-anak sekolah yang berangkat pagi, jalan kaki, ketika ditanya mereka belum sarapan, rencananya kedepannya nanti akan dibuat seminggu 3 kali.

"Pagi-pagi itu rame di sini anak-anak berangkat sekolah, jalan kaki, sering kita tanya sudah sarapan apa belum, banyak dari mereka bilang belum sarapan, dari hal tersebut kami buat program sarapan pagi untuk anak-anak yang berangkat sekolah," kata Bang Alex.

img_title AS Kaji Rencana Agresi Besar-besaran ke Iran Demi Rebut Uranium yang Diperkaya

VoxPop Militer: Pasukan Yonif 411 Pandawa Kostrad di Kenyam, Nduga.

Photo :
  • Yonif Mekanis 411 Pandawa Kostrad

Selanjutnya adalah cerita personel komunikasi yang dipimpin Letda Chb Muhlisin dengan anggotanya Praka Roni Aditama Wicaksono dan Pratu Ahmad Yudi Nasirin menyulap Toa atau pengeras suara yang dulunya terbengkalai sudah lama tidak digunakan, kini bisa hidup kembali, yang digunakan untuk memutar lagu-lagu nasional, lagu-lagu daerah Papua, dan lagu-lagu rohani pada pagi dan sore hari.

"Pagi-pagi dan sore hari, suasana berbeda telah tercipta di Kenyam, kalau masyarakat melintas di depan Pos Kotis akan menikmati lagu-lagu, baik nasional, daerah dan rohani, tujuannya apa, untuk menanamkan rasa cinta tanah air, untuk lebih dekat lagi dengan masyarakat, stigma masyarakat yang takut datang ke pos sudah berubah, sekarang kami di sini jalinan silaturahmi semakin erat dan dekat," kata Dansatgas.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut