Pesta Darah OPM di Hari Suci, Rayakan Pembunuhan Pasukan Letkol Petir TNI
VoxPop – Perayaan Hari Kelahiran Yesus 2023 menjadi salah satu Natal paling kelabu dalam sejarah masyarakat Papua. Bagaimana tidak, di hari suci umat Kristen itu, darah kesatria bangsa tumpah di Bumi Cenderawasih akibat kekejaman Kelompok Separatis Teroris (KST) OPM Papua.
Siang itu suasana bahagia menyelimuti Kampung Bousha, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya. Selepas melaksanakan ibadah dalam Perayaan Kelahiran Yesus atau Hari Natal di Gereja Kisor, masyarakat kembali ke kediaman masing-masing tanpa ada gangguan keamanan apapun.
VoxPop Militer: Pos TNI Yonif 133 YS yang diserang.
- Korem 181 PVT
Bersama masyarakat ada sejumlah prajurit TNI yang juga melaksanakan ibadah Natal sekaligus mengamankan perayaan hari suci umat Kristen itu di gereja tersebut.
Para prajurit TNI itu merupakan para kesatria Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti yang sedang melaksanakan operasi dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG.
Awalnya tak ada hal yang mencurigakan ketika para prajurit TNI Angkatan Darat itu tiba di Pos Bousha. Suasana kampung yang berada di pelosok Papua Barat itu normal-normal saja sama seperti hari-hari biasanya. Meski begitu, sejumlah prajurit bersenjata laras panjang bersiaga penuh di pos penjagaan.
VoxPop Militer: Pos TNI Yonif 133 YS yang diserang.
- Korem 181 PVT
Namun beberapa jam kemudian, sekira pukul 14:00 WIT tiba-tiba situasi Natal di kampung itu mendadak berubah drastis. Suara letusan senjata api menyalak beruntun di sekitar Pos Bousha.
Dua prajurit Satgas Yonif 133/Yudha Sakti tumbang bersimbah darah. Satu prajurit yaitu Kopral Dua (Kopda) Hendrianto meninggal seketika setelah sebutir peluru mengenai kepalanya. Satu prajurit lainnya yakni Pratu Frangky Gulo tergeletak berdarah setelah timah panas merobek perutnya.
Suara letusan senjata api itu ternyata berasal dari puluhan orang yang sengaja melakukan penyerangan ke Pos Bousha. Mereka merupakan teroris-teroris bersenjata anak buahnya Brigjen Deny Moss, pentolan TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya.
VoxPop Militer: Pos TNI Yonif 133 YS yang diserang.
- Korem 181 PVT
Gerombolan hutan itu menghujani pos dengan sekitar 10 tembakan senjata laras panjang dengan jarak 100 meter dari ketinggian. Usai menembaki pos, mereka berlarian menjauh dari berteriak-teriak merayakan kekejaman mereka sendiri di hari nan suci itu.
