Pihak Keluarga Anggap Kematian Lettu Eko di Papua Tak Wajar, Dankormar Angkat Bicara
- Istimewa/Viva Militer
Surat Perintah Komandan Korps Marinir tentang pembentukan Tim Investigasi itu tercatat dalam Nomor Sprin/950/IV/2204 yang ditandatangani pada tanggal 28 April 2024 tentang Pelaksanaan Investigasi dan Pengumpulan Data Atas Meninggalnya Almarhum Lettu Laut (K) Dr. Eko Damara.
VoxPop Militer: Dankormar menunjukkan senjata SS2-V1 milik alm. Lettu Eko Damara
- Istimewa/Viva Militer
Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh Tim Investigasi Korps Marinir TNI AL tersebut, lanjut Dankormar, pihaknya mendapatkan petunjuk bahwa Lettu Laut (K) Eko Damara menembakkan senjata jenis senjata SS2-V1 miliknya ke arah kepala sebelah kanan hingga tembus ke kepala bagian kiri bagian atas.
"Jadi sekali lagi saya tegaskan, itu terjadi di dalam ruangan kesehatan dalam keadaan pintu terkunci dari dalam. Karena sebelumnya yang bersangkutan menyuruh dua orang anggota Satgas yaitu Prada Marinir Hasan dan Pratu Marinir Agus untuk keluar ruangan kesehatan, karena ruangan tersebut akan dibersihkan oleh Lettu Laut (K) Eko Damara," kata Dankormar membacakan laporan hasil Tim Investigasi.
Kemudian, lanjut Dankormar, tak lama berselang dari itu, sekitar pukul 13.07 WIT terdengar suara letusan sebanyak satu kali dari dalam ruangan kesehatan.
Mendengar suara letusan tersebut, Serda Mar Bagus Panutan mencoba melihat dari jendela ruangan, yang kemudian terlihat Lettu Eko Damara sudah dalam keadaan bersimbah darah dengan posisi tubuh bersandar pada dinding ruangan, dan laras senjata SS2-V1 menyilang ke kiri di atas dada dan tangan kanan masih memegang pistol grip.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah prajurit Marinir TNI AL Satgas Pamtas Mobile RI-PNG lainnya kemudian berupaya memberikan pertolongan pertama dengan mendobrak pintu ruangan kesehatan yang sebelumnya telah dikunci dari dalam oleh Lettu Laut (K) Eko Damara, yang pada saat itu masih dipastikan masih bernyawa.
Kemudian, lanjut Dankormar, dengan gerak cepat prajurit Satgas Pamtas Mobile RI-PNG lainnya bersama Dansatgas Letkol Mar Alex Zulkarnaen dan Pasintel Satgas Lettu Mar Andi Subagyo kemudian mengevakuasi Lettu Eko Damara ke RSUD Dekai menggunakan kendaraan taktis (Rantis).
Kemudian, pada pukul 13.15 WIT, Lettu Laut (K) Eko Damara tiba di RSUD Dekai dan langsung mendapatkan penanganan medis oleh Dr. April (Dokter jaga RSUD Dekai). Baru kemudian, sekitar pukul 14.00 WIT, tim dokter RSUD Dekai menyatakan Lettu Laut (K) Eko Damara meninggal dunia.
